Gue ga bakal ngomongin tentang jin, setan, hantu, pocong dan atau kawan-kawan baiknya itu di sini. No.
Dan ya, gue bakan mbahas tentang fenomena yang gue temuin di perjalanan seperti biasa. Ya biasa ketika gue naek motor. :D
Dari sekitar tahun 2004 lalu, waktu gue masih muda dan kurang bahan untuk dipikirkan, gue pernah nanya ke temen gue. Kenapa sih orang suka ngebut? Dan temen gue pura-pura ga denger. Haha.
Iya. Sampai sekarang gue masih memikirkan itu. Apa sih pentingnya sehingga seseoragn itu harus ngebut? Apa gitu bagusnya naek motor ngebut, sehingga bisa-bisa saja menyebabkan pengendara motor or mobil or kaki (pejalan kaki maksudnya) yang lain hampir celaka? Bisa jadi malah beneran celaka. Dan orang yang ngebut itu juga sekaligus...
Buat gaya-gayaan?
Ya kali gaya, tapi ga ada yang bakal ngefans kayaknya. Kecuali yang ngebut pada tempatnya, macem F1, MotoGP,,hahahaha
Buat ngejar absen?
Ya kali absen lebih penting dari keselamatan. Makan tuh absen.
Buat menang-menangan sama motor lain?
Ya kali menang dapet masuk surga.
Ya gitu deh, intinya sih gue ga habis pikir dan ga suka sama orang yang ngebut. Itu aja sih.
Dan hubungannya sama dikejar setan?
Ya kali mungkin ngebutnya karena dikejar setan. :D
Showing posts with label biker. Show all posts
Showing posts with label biker. Show all posts
Friday, 29 November 2013
Kepala Batu
Kepala batu. Bukan. Ane bukan mau ngomongin orang yang keras kepala teman-teman, sama sekali bukan.
Kepala batu yang gue maksud adalah kepala yang keras, yang seperti batu, yang kalo jatuh pun diperkirakan tidak akan kenapa-kenapa. Bahkan mungkin lantainya yang retak. Wew. Hebad! :D
Sebagai pekerja yang naek motor to work, gue setiap pagi ketemu dengan para pengendara motor yang lain dan bejibun jumlahnya. Yes, di Jakarta memang seperti itu kondisinya, motor bagaikan semut. :D
Dan..salah satu fenomena yang sering gue temui adalah pengendara motor yang tidak mau memakai helmnya. Bahkan sebetulnya dia itu bukan ga punya helm. Betul. Helmnya ada dipegangnya, ada di tangannya yang dipakai bagaikan tas tangan. Wew. :D
Dan gue mikir, terus menerus berpikir, ada yang salah dengan hal itu. Bukankah seharusnya helm yang melindungi dia, kok malah jadinya dia yang melindungi helm. Melindungi helm dari kemungkinan jatuh. Eaaaa...
Dan gue mulai berpikir, kebanyakan kecelakaan yang menyebabkan korbannya meninggal adalah karena cedera di kepala. Ya, di kepala yang seharusnya dilindungi helm ituh.
Dan gue kasihan sama orang-orang yang lebih suka melindungi helmnya. Baik yang melingungi dengan memakainya seperti tas tangan itu, atau yang melindunginya dengan mengistirahatkan helmnya di rumah ketika dia bepergian. Mungkin dia terlalu sayang sama helmnya. Mungkin.
Dan dia mungkin lupa untuk menyayangi kepalanya.
But, mungkin lagi, dia sayang kalo rambutnya jadi acak-acakan karena ketiup angin. Mungkin juga dia takut rambutnya lepek karena keteken helm? I don't know...
Oh helm. Nasibmu kini....
Kepala batu yang gue maksud adalah kepala yang keras, yang seperti batu, yang kalo jatuh pun diperkirakan tidak akan kenapa-kenapa. Bahkan mungkin lantainya yang retak. Wew. Hebad! :D
Sebagai pekerja yang naek motor to work, gue setiap pagi ketemu dengan para pengendara motor yang lain dan bejibun jumlahnya. Yes, di Jakarta memang seperti itu kondisinya, motor bagaikan semut. :D
Dan..salah satu fenomena yang sering gue temui adalah pengendara motor yang tidak mau memakai helmnya. Bahkan sebetulnya dia itu bukan ga punya helm. Betul. Helmnya ada dipegangnya, ada di tangannya yang dipakai bagaikan tas tangan. Wew. :D
Dan gue mikir, terus menerus berpikir, ada yang salah dengan hal itu. Bukankah seharusnya helm yang melindungi dia, kok malah jadinya dia yang melindungi helm. Melindungi helm dari kemungkinan jatuh. Eaaaa...
Dan gue mulai berpikir, kebanyakan kecelakaan yang menyebabkan korbannya meninggal adalah karena cedera di kepala. Ya, di kepala yang seharusnya dilindungi helm ituh.
Dan gue kasihan sama orang-orang yang lebih suka melindungi helmnya. Baik yang melingungi dengan memakainya seperti tas tangan itu, atau yang melindunginya dengan mengistirahatkan helmnya di rumah ketika dia bepergian. Mungkin dia terlalu sayang sama helmnya. Mungkin.
Dan dia mungkin lupa untuk menyayangi kepalanya.
But, mungkin lagi, dia sayang kalo rambutnya jadi acak-acakan karena ketiup angin. Mungkin juga dia takut rambutnya lepek karena keteken helm? I don't know...
Oh helm. Nasibmu kini....
Friday, 15 November 2013
Motor Bersuara Berisik
Gue selalu ga suka setiap ketemu sama motor yang suaranya berisik. Entah apa yang ada di pikiran pemiliknya sehingga nyaman dengan suara berisik itu. Efek yang ditimbulkan suara berisik itu, buat gue ga ada yang positif. Polusi suara, mengganggu waktu tidur orang, menambah tingkat stress yang mendengar dan bisa bikin kaget.
Dulu jauh sebelum gue nikah, gue membatin dalam hati. Gue ga mungkin bakalan suka sama cowok yang motornya sedemikian serupa sehingga dibuat suaranya berisik dan mengganggu orang lain begitu. Dan alhamdulillah puji syukur motor suami gue memang tidak berisik. :)
Pernah suatu kali suami gue cerita. Ada seseorang yang memiliki motor bersuara berisik. Ada satu jalan yang selalu dia lewatin setiap hari. Ada satu orang yang rumahnya berada di jalan itu dan merasa tidak nyaman setiap kali motor itu lewat. Hingga suatu hari, dicegatnya motor itu dan si pengendara disuruh menempatkan kupingnya tepatt di belakang knalpot motornya, lalu orang itu membunyikan motor itu. Tuh dengerin suara motormu sendiri! Tau rasa.
Satu lagi. Motor yang knalpotnya bolongnya segede mangga dan corongnya arahnya ke atas. Bisa dibayangkan pengendara motor yang berada tepat di belakangnya. Gue sering ngalamin itu, berasa muka gue ditiup udara yang kencang panas dan bau. OMG,,betapa egoisnya itu orang. Coba dia bisa membayangkan, seandainya orang tuanya yang berada di motor belakangnya itu.
Ah ya, inilah kehidupan manusia.
Dulu jauh sebelum gue nikah, gue membatin dalam hati. Gue ga mungkin bakalan suka sama cowok yang motornya sedemikian serupa sehingga dibuat suaranya berisik dan mengganggu orang lain begitu. Dan alhamdulillah puji syukur motor suami gue memang tidak berisik. :)
Pernah suatu kali suami gue cerita. Ada seseorang yang memiliki motor bersuara berisik. Ada satu jalan yang selalu dia lewatin setiap hari. Ada satu orang yang rumahnya berada di jalan itu dan merasa tidak nyaman setiap kali motor itu lewat. Hingga suatu hari, dicegatnya motor itu dan si pengendara disuruh menempatkan kupingnya tepatt di belakang knalpot motornya, lalu orang itu membunyikan motor itu. Tuh dengerin suara motormu sendiri! Tau rasa.
Satu lagi. Motor yang knalpotnya bolongnya segede mangga dan corongnya arahnya ke atas. Bisa dibayangkan pengendara motor yang berada tepat di belakangnya. Gue sering ngalamin itu, berasa muka gue ditiup udara yang kencang panas dan bau. OMG,,betapa egoisnya itu orang. Coba dia bisa membayangkan, seandainya orang tuanya yang berada di motor belakangnya itu.
Ah ya, inilah kehidupan manusia.
Subscribe to:
Posts (Atom)