Sudah lama sekali rasanya saya tidak mengisi blog ini. Selain karena kesibukan saya yang ga ada habisnya (sok sibuk banget :P), faktor kemalasan masih menjadi kendala saya untuk istiqomah dalam menulis.
Hari ini di kepala saya terfikirkan tentang anak saya yang nomor dua. Bulan April nanti, dia akan berusia 2 tahun. Sampai saat ini susu buat dia masih berlabel ASI, iya, Air Susu Ibu dan artinya 4 bulan lagi saatnya saya dan si dedek.... menyapih...jeng jeeeeeeeeeenggg...
Belajar lagi.
Dulu awal-awal nikah, saya belajar memasak. Lalu hamil, belajar tentang kehamilan dan tentang breastfeeding. Anak pertama lahir, belajar tentang tumbuh kembang anak dan masih jatuh bangun belajar "menyusui". Lalu anak kedua lahir, belajar lebih sabar, belajar menu balita dan belajar menjadi orang tua dengan dua orang anak.
Lalu sebentar lagi akan tiba saatnya saya akan menyapih... Harus belajar banyak ini... Karena menurut yang saya dengar, menyapih itu butuh perjuangan,,,dan kerelaan, baik bagi si anak, maupun si ibu.
Lha kan udah anak kedua, harusnya udah pengalaman dong menyapih?
Sayangnya belum. Karena si kakak dulu udah keburu gak mau dengan sendirinya atas ASI dan ASIP. Entah mengapa, mungkin karena di usianya yang menginjak 14 bulan, adiknya udah nunggu di dalam perut ibunya :D
Dan hari ini saya mulai browsing-browsing, mencari bahan pembelajaran penyapihan. Saya coba ringkas di sini, supaya nanti jika saya butuh saya tinggal buka blog dan praktek.
Tips Menyapih :
1. Seorang
ibu yang berniat menyapih anaknya haruslah tega dan meneguhkan hati.
Mengapa? Karena kita akan terus-terusan mendengar bayi kita merengek
supaya kita mau menyusui mereka kembali. Kegagalan ibu saat menyapih
rata-rata karena tidak tega karena bayinya merengek terus.
2. Jika
sudah meyakinkan diri untuk menyapih bayi kita, lakukan sounding
jauh-jauh hari sebelum anda benar-benar menyapihnya. Setidaknya dua
minggu sebelum anda menyapihnya. Sounding ini kita lakaukan
berulang-ulang. Sounding itu seperti membisikkan kalimat mantra supaya
bayi kita mengerti bahwa kita akan menyapihnya. Kalimat sounding yang
umum seperti, "Sayang, kakak sudah besar. Sudah waktunya berhenti mimik
Mama, ya."
3. Sediakan
selalu buah dan cemilan sehat untuk bayi kita. Jika bayi kita minta
menyusu, kita alihkan dengan memberi dia buah atau camilan sehat.
Mungkin, di awal-awal bayi kita akan berontak. Namun, jika kita telaten
menyodorkan buah dan camilan, maka bayi kita bakal luluh juga. Secara
dia kan dah merasa lapar.
4. Jangan
langsung menghentikan proses menyusu. Hal ini dapat membuat bayi kita
kaget dengan kebiasaan baru, sehingga membuat dia semakin rewel. Akibat
lainnya adalah pada kondisi fisik sang ibu. Payudara akan mengeras dan
sakit bila tersentuh. Ini terjadi pada saya kemarin karena saya mendadak
harus menyapih Arya tanpa sounding jauh-jauh hari sebelumnya. Akan
lebih baik mengurangi jadwal menyusunya. Misalkan, ijinkan bayi kita
menyusu saat malam hari saja. Atau biasanya dalam sehari dia menyusu
delapan kali. Setelah bayi kita terbiasa dengan rutinitas baru, ubah
lagi dengan mengurangi lagi jadwal menyusunya menjadi lebih sedikit.
Hingga akhirnya tidak menyusu sama sekali.
5. Di
awal menyapih, bayi akan mudah marah, mudah ngambek dan terasa amat
manja. Cara satu-satunya untuk mengatasinya adalah tetap selalu bersikap
lembut namun tegas. Lembut saat menghadapi rengekan si bayi dan tegas
saat si bayi mulai tantrum.Tetap berikan cinta yang sama besarnya kepada bayi anda seperti saat anda masih menyusuinya.
(sumber)
6. Persiapkan diri anda, karena menyapih bisa beberapa hari, bisa beberapa
minggu, bisa juga beberapa bulan baru selesai. Yang penting adalah,
begitu berhasil menghapus satu jadwal menyusui, jangan tergoda untuk
membuka praktek menyusui lagi di jadwal itu. Konsisten akan memudahkan
anak untuk move on
7. Pertimbangkan aktifitas atau rutinitas sebagai pengganti kegiatan
menyusui. Kalau saya, kegiatannya antara lain, bisa di tepuk2 atau usap2
punggung jika menyapih jadwal tidur malam.
8. Mulailah menyapih dari jadwal yang paling mudah. Kurangi jadwalnya
perlahan/ satu persatu. Hapus jadwal yang paling erat ikatan emosinya
paling terakhir.
(sumber)
9. Balita tidak sakit. Jangan sapih jika balita dalam keadaan kurang sehat. Saat itu balita masih butuh menyusu sebagai rasa aman. Tunggu dulu sampai dia sembuh
(sumber)
Sumber sih banyak, tapi sebagian besar isinya mirip-mirip seperti ini. Hmm..oke, mulai saya masukin ke kepala pelan-pelan, supaya nanti tinggal praktek...
Anehnya di kepala saya masih juga terngiang-ngiang tips-tips menyapih yang judulnya bukan weaning with love... misalnya, puting dikasih obat merah, puting ditempelin plester, puting dikasih brotowali atau yang pait-pait... Hmm,,,mungkin dalam keadaan darurat malah ini yang terjadi...
Okelah, masih 4 bulan lagi. Semoga nanti segalanya berjalan dengan lancar, rela berhenti "menyusui" baik saya maupun si dedek. Amiiin.
Showing posts with label ibu bekerja dan menyusui. Show all posts
Showing posts with label ibu bekerja dan menyusui. Show all posts
Thursday, 22 January 2015
Wednesday, 26 March 2014
Peralatan Tempur : ASIP tak Harus Mahal
Saat ini ASIP bukan lagi istilah yang asing di kalangan keluarga yang memiliki bayi. Terutama bagi ibu menyusui yang juga merupakan pekerja, istilahnya working mom.
Banyak yang membandingkan betapa efisiennya ASI jika dibandingkan dengan Susu Formula (sufor). Padahal intinya bukan itu. Intinya bukan pada harga, tapi pada kualitas ASI itu sendiri dan manfaat menyusui itulah yang lebih penting.
Ada juga yang menjawab bahwa ASI tidak lebih murah dibanding sufor. Apa pasal? Sebab ketika dilihat dari segi alat tempurnya, memang ada yang kalibernya mahal. Sebut saja pompa ASIP, harganya bertingkat-tingkat, mulai dari yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Padahal kan ga harus beli yang super mihil ya,,tapi itu bisa jadi jawaban ketika ada orang yang menyebut ASI lebih hemat dibanding sufor. Belum lagi harga plastik khusus ASIP yang emang ga murah untuk ukuran sebiji plastik. Tapi apa? Tapi kan ga harus pake plastik bebeeeeeeeebbb,,,
Jadi ASI memang efisien. Dan tentu saja, jauh jauh jauuuuuuuuuuhhh lebih unggul dibanding sufor. Harga bukan intinya. :)
Beklah. Sebagai ibu menyusui yang sudah berusaha untuk memberikan ASI kepada dua buah hati saya. Saya bisa bilang ASI itu hemat beib,,,
Ini bukti sekaligus peralatan tempur gue :
Pompa ASI merek Pigeon, ini umurnya udah 3 tahun lebih lho cinn,,,gue pakai sejak menyusui anak pertama. Gue tahun 2011 beli ini harganya Rp 300.000, gak lebih. Sampai saat gue ngetik post ini, gue masih pakaiiii. Awet bangettttt,,,yes, memang awet cinnn... :D
Botol Ex UC. Sama dengan keterangan di atas, botol ini juga awet wet wet wet...dipakai berulang-ulang pun ya...
Udah,,,cukup itu aja bu-ibuuu,,,,peralatan tempurnyaaa...
Dan syukur alhamdulillah, kantor gue udah ngedukung ASI. Hal itu dibuktikan dengan adalanya ruagn laktasi. Taraaaaaaaaaa....!!!
Yang isinya seperti ini :
Buat yang males cuci botol, seperti pernah gue bahas di post terdahulu mengenai plastik asip, ada yang pakai ini nih :
(Ini gue post juga soalnya sayang, udah terlanjur gue poto soalnya,,,wkwkwkwkwkwk)
Dan yang pumpingnya pakai pompa yang elektrik, di ruang laktasi juga ada ini :
Alhamdulillah yah...
Oke sekian dulu postingan gue tentang perpompaan ya bu-ibu,,semoga mbak sist dan mas bro sedikit tercerahkan dan berniat memberikan yang terbaik untuk putra putrinya nanti.
Happy pumping! Eh..... >.<
Banyak yang membandingkan betapa efisiennya ASI jika dibandingkan dengan Susu Formula (sufor). Padahal intinya bukan itu. Intinya bukan pada harga, tapi pada kualitas ASI itu sendiri dan manfaat menyusui itulah yang lebih penting.
Ada juga yang menjawab bahwa ASI tidak lebih murah dibanding sufor. Apa pasal? Sebab ketika dilihat dari segi alat tempurnya, memang ada yang kalibernya mahal. Sebut saja pompa ASIP, harganya bertingkat-tingkat, mulai dari yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Padahal kan ga harus beli yang super mihil ya,,tapi itu bisa jadi jawaban ketika ada orang yang menyebut ASI lebih hemat dibanding sufor. Belum lagi harga plastik khusus ASIP yang emang ga murah untuk ukuran sebiji plastik. Tapi apa? Tapi kan ga harus pake plastik bebeeeeeeeebbb,,,
Jadi ASI memang efisien. Dan tentu saja, jauh jauh jauuuuuuuuuuhhh lebih unggul dibanding sufor. Harga bukan intinya. :)
Beklah. Sebagai ibu menyusui yang sudah berusaha untuk memberikan ASI kepada dua buah hati saya. Saya bisa bilang ASI itu hemat beib,,,
Ini bukti sekaligus peralatan tempur gue :
Pompa ASI merek Pigeon, ini umurnya udah 3 tahun lebih lho cinn,,,gue pakai sejak menyusui anak pertama. Gue tahun 2011 beli ini harganya Rp 300.000, gak lebih. Sampai saat gue ngetik post ini, gue masih pakaiiii. Awet bangettttt,,,yes, memang awet cinnn... :D
Botol Ex UC. Sama dengan keterangan di atas, botol ini juga awet wet wet wet...dipakai berulang-ulang pun ya...
Coolerbag. Yang ini bukan sejak anak pertama sih. Ini gue beli di Giant (just Rp. 70.000), karena buat ganti-ganti jika kehujanan pas di perjalanan. Yang sejak anak pertama pun masih gue pakai kookkk,,cuman ga ada potohnyaaa,,wkwkwkwk
Ice gel. Supaya suhu ASIP tetap terjaga selama perjalanan. Botol-botol ASIP ditemani icegel yang sudah dibekukan. Ini tentengan saya pulang kerja, oleh2 buat suganteng Hafi
Perlu buat nulis-nulis tanggal perah, biasa kami (para ibu-ibu pumping) pakai ini. Spidol permanent.Udah,,,cukup itu aja bu-ibuuu,,,,peralatan tempurnyaaa...
Dan syukur alhamdulillah, kantor gue udah ngedukung ASI. Hal itu dibuktikan dengan adalanya ruagn laktasi. Taraaaaaaaaaa....!!!
Yang isinya seperti ini :
Buat yang males cuci botol, seperti pernah gue bahas di post terdahulu mengenai plastik asip, ada yang pakai ini nih :
(Ini gue post juga soalnya sayang, udah terlanjur gue poto soalnya,,,wkwkwkwkwkwk)
Dan yang pumpingnya pakai pompa yang elektrik, di ruang laktasi juga ada ini :
Alhamdulillah yah...
Oke sekian dulu postingan gue tentang perpompaan ya bu-ibu,,semoga mbak sist dan mas bro sedikit tercerahkan dan berniat memberikan yang terbaik untuk putra putrinya nanti.
Happy pumping! Eh..... >.<
Subscribe to:
Posts (Atom)









