Tuesday, 7 November 2017

Pelajaran Kehidupan (1)

Pengenalan Tuhan

Nak, tahu kah kamu siapakah yang menciptakan kita semua? Yang menciptakan ayah, bunda, oma, opa, kamu, adek kamu dan juga bumi ini?

Iya, dia adalah Tuhan. Tuhan itu Maha Kuasa. Maha itu artinya di atas semuanya, dia sangat sangat sangat berkuasa atas semuanya. Dan Dia itu Maha Semuanya, tidak ada yang bisa menandingi Tuhan.

Tuhan menciptakan makhluk hidup dan juga benda mati. Seperti manusia, binatang, pohon-pohon dan juga gunung, tanah, air dan udara, tentu saja semuanya Tuhan yang ciptakan.

Tuhan juga Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada makhluknya. Makhluk itu adalah semua yang Tuhan ciptakan. Tuhan sayang sekali pada kita, sehingga semua kebutuhan kita diberikan oleh Tuhan. Makanan, minuman, kendaraan, tempat tinggal, udara untuk bernafas, rezeki untuk menikmati semua itu semua Tuhan yang memberikan.

Tuhan cuma ada satu. Allah. Ada sifat-sifat Allah yang perlu kita ketahui :
1. Wujud (Ada)
2. Qidam (Dahulu)
3. Baqa (Kekal Abadi)
4. Mukhalafu lil hawadists (Berbeda denga makhluknya)
5. Qiyamuhu binafsihi (Berdiri Sendiri)
6. Wahdaniyat (Esa)
7. Qudrat (Berkuasa)
8. Iradat (Berkehendak)
9. Ilmu (Mengetahui)
10. Hayat (Hidup)
11. Sama (Mendengar)
12. Bashar (Melihat)
13. Kalam (Berbicara)
14. Qadiran (Maha Berkuasa)
15. Muridan (Maha Berkehendak)
16. Alimun (Maha Mengetahui)
17. Hayyun (Maha Hidup)
18. Samian (Maha Mendengar)
19. Bashiran (Maha Melihat)
20. Mutakaliman (Maha Berkata-kata)

Tuh kan, buat Allah, tidak ada yang tidak mungkin, semuanya Allah bisa ciptakan!

Itulah Allah, Tuhan yang menciptakan kita dan alam semesta ini, semuanya Allah yang ciptakan.

Monday, 6 November 2017

Sebuah Pemikiran tentang Pelajaran

Saya sedang memikirkan darimana saya mendapatkan semua ilmu pengetahuan yang ada di kepala saya saat ini. Saya ingin memberikan semua ilmu pengetahuan yang ada di kepala saya ini kepada anak-anak saya, untuk itu saya harus tahu darimana saya mendapatkannya dulu. apakah dari sekolah, dari ajaran bapak dan ibuk, dari TPA atau dari pengalaman hidup sehari hari.

Satu masalah yang saya hadapi saat ini adalah bahwa anak saya tidak mau bersekolah di sekolah formal. Jadi saya sedang memikirkan bagaimana menyampaikan ilmu pengetahuan yang dulu saya dapat dari sekolah formal kepadanya. Mungkin tidak akan membuat saya mengernyitkan dahi ketika ilmu pengetahuan tersebut saya pahami sungguh-sungguh sehingga dengan mudah saya mengajarkannya kembali kepada anak-anak saya, bagaimana jika yang saya tidak menguasai, sedangkan mereka minatnya ada di sana?

Ah, lalu saya berfikir lebih luas. Melihat hidup lebih besar. Memikirkan tugas kita semua sebagai manusia. Untuk apa kita diciptakan dan harus bagaimana? Saya memikirkan masa depan anak saya jauh lebih ke depan dibandingkan sekedar memperoleh pekerjaan dan mendapatkan uang. Saya memikirkan pelajaran hidup manusia.

Terbesit di kepala saya, saya harus membuat sebuah buku untuk anak-anak saya yang isinya bisa menjadi bekal nanti ketika dia dewasa. Mungkin saya bisa memulai dengan mengenalkan Tuhannya, mengenalkan dirinya dan kemudian menjelaskan tugasnya di dunia ini. Tentu saja tidak boleh ketinggalan adalah kemana nanti kita akan menuju.

Saya tahu ini keinginan yang tidak mudah, tetapi saya akan mencobanya. Bismillah...

Sunday, 5 November 2017

Ulang Tahun

Setumpuk perhatian
Sejumput lirikan dan
sebongkah kue tart
menghampirimu pagi tadi

Sejenak udara berhamburan
berisi butiran-butiran doa dan
harapan akan masa depan
mengusap halus wajahmu yang bahagia

Mereka bilang hari ini istimewa
karena beberapa waktu yang lama
di tanggal inilah kamu mulai ada
di dunia dan mengisinya dengan tangis dan tawa

Lalu mereka berkata
selamat berbahagia
selamat bertambah usia
semoga sisa umurmu berguna.

Amiiin.
Itu saja yang kau kata
lalu terima kasih

Saturday, 4 November 2017

Prioritas

Prioritas adalah hal yang membuat kita mampu mengesampingkan hal lain demi terlaksananya hal yang kita prioritaskan.

Prioritas antara satu orang dengan yang lain tentu berbeda. Karena prioritas hadir dari prinsip masing-masing individu. Prinsip sendiri adalah hasil dari pengalaman dan pemikiran seseorang yang sumbernya adalah latar belakang, pengalaman dan situasi dan kondisi seseorang itu.

Dalam pandangan yang (seharusnya menjadi) paling dasar seorang muslim, hal yang menjadi prioritasnya adalah tugasnya dari Tuhannya, tentang untuk apa dia diciptakan. Dan tugas manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah itu apa? Beribadah adalah melakukan kebaikan yang ditujukan untuk mencari ridho-Nya. Tentu saja, dalam beribadah itu ada aturan yang harus dipatuhi, dan aturan-aturan itu ada dalam ilmu agama yang harus dipelajari seluruh umat islam dari sejak dia ada di buaian sampai nantinya dia mencapai batas umurnya dan siap dimasukkan ke dalam liang lahat.

Panduan hidup manusia itu sendiri pada pokoknya ada 2, yaitu kitab suci Alquran dan hadist nabi. Bagaimana manusia bias perpegang pada kedua hal itu jika membacanya pun tidak pernah? Apalagi mempelajari maknanya?

Namun dalam kenyataannya, setelah terlahir ke dunia, menikmati segala fasilitas yang Tuhannya berikan, manusia lupa dengan semua itu. Dan mempelajari Alquran pun lenyap, sama sekali tidak masuk prioritasnya. Jangankan masuk list prioritas, justru malah dirasakan sebagai keterpaksaan dan gangguan dari melaksanakan aktivitas lainnya di dunia ini.

Dan itulah yang saya rasakan beberapa waktu lalu. Saya merasa terganggu ketika saya merasa bersalah sudah bertahun-tahun tidak bias mengkhatamkan Alquran. Saya merasa bersalah sekaligus kesal karena tidak bias memaksa diri saya untuk menyapa Alquran saya setidaknya satu kali setiap hari. Dan cita-cita besar saya masih belum berubah, ingin masuk surga-Nya. Yang mana setelah saya pikirkan kembali, itu seperti saya bermimpi di siang bolong.

Lalu saya mulai memaksa diri saya untuk berubah. Saya percaya perubahan yang awet adalah perubahan yang dilakukan sedikit demi sedikit namun rutin dilaksanakan. Istiqomah. Dan tentu saja saya juga harus catat, bahwa proses menjadi lebih baik itu tidak akan mudah. Dan untuk menguatkan saya, saya mengajakn beberapa teman yang merasakan permasalahan yang sama. Supaya kalau saya mulai hilang semangat, ada mereka yang mengingatkan dan menyemangati saya.

Ah, saya menulis panjang lebar ini hanya untuk meminta doa. Saya minta doanya, semoga kami tetap istiqomah memperbaiki diri. Karena tidak ada tugas yang lebih penting dari Allah selain beribadah kepadanya, dan untuk mengerti ilmunya, kami harus tetap belajar,

Friday, 3 November 2017

Tugasmu Hanya...

Kemarin saya sempat sangat marah pada seseorang yang bahkan saya tidak kenal. Pokoknya saya "sangking" marahnya sampai memaki-maki.

Kemudian salah seorang kawan saya berkata kepada saya, "Tugas kita hanyalah berbuat baik, urusan dia berbuat jahat pada kita, itu bukan urusan kita. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang bisa merubah hal itu, ya kamu lakukan itu, tetapi kalau tidak bisa, teruskan berbuat baik. Apakah dengan kamu marah-marah, dengan kamu kesal sendiri begitu akan ada dampak positifnya? Tidak, kan? Jadi mending kamu tetap fokus berbuat baik."

Iya sih..

Aku terdiam, menarik nafas panjang lalu menghembuskan pelan-pelan. Benarlah bahwa hati itu gampang sekali terbolak balik, lalu aku putuskan untuk tidak melanjutkan kekesalan. Aku putuskan untuk berbahagia!

Lalu aku tertidur nyenyak di kursi tamu kantor, hahahaha

Thursday, 2 November 2017

Maybe Someday

Pernah dengar Hobbiton Movie Set? Atau Sovereign Ballarat Hills? Iya dua tempat wisata yang berupa suatu tempat yang dibuat sedemikian sehingga seperti "sebuah tempat yang lain".

Hobbiton Movie Set sebelumnya adalah tanah perkebunan milik seseorang yang bernama Alexander yang kemudian dibentuk menjadi "desa Hobbit" yaitu sebuah perkampungan tempat tinggal Hobbit (makhluk cebol ciptaan J.R.R Tolkien). Perkebunan yang berbukit-bukit itu disulap menjadi perkampungan dengan rumah-rumah imut berpintu bundar lengkap dengan sungai, kincir air dan perkebunan yang "hidup". Pembuatan "desa" tersebut membutuhkan waktu selama 2 tahun, dan hanya digunakan untuk keperluan syuting selama 12 hari. Setelah selesai digunakan untuk keperluan pembuatan film Lord of The Rings itu, "desa" itu dijadikan tujuan wisatawan. Cerdas. Masyarakat berbagai negara datang ke tempat tersebut sekedar untuk melihat langsung tempat yang ada di buku dan film LOTR. Kamu penasaran juga nggak?

Sovereign Ballarat Hills adalah lokasi yang dulunya adalah tempat pertambangan emas yang kini disulap menjadi lokasi wisata "hidup" dimana disana dibuat sedemikian serupa sehingga seperti kota di tahun 1800-an. Keren sekali.

Hmmm...

Sejujurnya saya sama sekali belum pernah kesana. Saya hanya membacanya melalui mesin pencari dan begitu takjub dengan penampakannya.

Jauh di dalam kepala saya, saya ingin sekali membuat yang seperti itu. Saya ingin membuat sebuah "desa" yang asri dan sejuk dan bersih lengkap dengan pola kehidupan yang "so yesterday" seperti suasana saat saya masih kecil dulu.

Saya pikir pertama-tama saya harus punya tempat atau lahan yang luas dulu. Kemudian saya buat rancangannya, dan secara bertahap "membangun sistem"nya. Saya rasa, itu adalah proyek besar dan saya harus melibatkan seluruh keluarga saya. Menurut saya akan sangat bagus jika kami sendiri yang mengisi "desa" tersebut. Tinggal disana, bercocok tanam dan berdagang, kemudian mengundang guru untuk mengajar pelajaran umum dan mengaji.

Sepanjang saya menjalani masa hidup saya yang sudah 30 tahun ini, masa-masa tinggal di kampung dengan kehidupan yang sederhana itu rasanya jauh lebih "hidup" dibandingkan dengan saat ini, dimana manusia lebih eksis di dunia maya daripada di dunia nyata. Dimana kesehatan dan pembelajaran menjadi hal yang "hanya ada di angan", sedangkan hiburan dan hiburan terus menerus menjadi pusat kehidupan.

Mungkin suatu saat nanti saya akan punya "desa" saya sendiri...

Maybe someday...

Wednesday, 1 November 2017

Tanggal Muda

Entah sejak kapan hari memiliki usia
Padahal pagi siang dan malam
datang dan pergi di waktu yang sama
sepanjang waktu sejak aku ada

Katanya hari ini tanggal muda
hari yang bahagia

Aku berjalan dengan senyum lebar
merasa bahagia karena tanggal muda
Aku bertemu denganmu lagi
yang berangkat bekerja setiap pagi

Hari ini kau tergesa-gesa
tidak seperti biasa

Aku mengamatimu sampai jauh
hingga kau bertemu dengan kawanmu
lalu kalian berjalan semakin jauh
dan aku mulai tertarik mengikutimu

Disana kulihat kalian duduk bersama
ada yang berteriak dengan nada yang sama
kalian tidak berbahagia
padahal hari ini tanggal muda

Aku akan sampaikan pada mereka
tanggal muda bukan hari bahagia
tetapi hari demonstrasi
seperti kata kawanmu yang berorasi