Friday, 29 November 2013

Membuat Tugas Kuliah

Sebelum gue dinyatakan lulus menjadi sarjana, universitas mewajibkan gue (dan teman-teman gue yang lain) untuk membuat karya tulis yang biasa disebut dengan karil (atau singkatan dari karya ilmiah).

Kampus memberikan gue seorang dosen pembimbing yang bernama Pak A (yang baik hati dan tidak sombong), yang sayangnya dia hampir selalu sibuk. Haha

Di awal pembimbingan, Pak A meminta kami menulis apa saja, pkoknya memulai menulis, dan kalau bisa yang memang kami pahami benar. Contohnya yang kita kerjakan sehari-hari. Yeah rigth, menghubungkan teori kuliah dengan pekerjaan kami sehari-hari. Sehingga apa? Sehingga kami ga perlu kesulitan mencari data dan informasi.

Dan gue dengan songongnya malah memilih topik lain yang bukan kerjaan gue tapi gue pikir itu keren banget. Yang padahal ketika gue gugling ternyata topik itu adalah sudah dibahas oleh trilyunan orang (agak lebay dikit sih ituh jumlahnya,,haha).

Dan gue memaksakan teori dengan topik gue itu. Maksa banget sehingga ketika sudah gue kirimkan ke Pak A by email, Pak A banyak sekali mencorat-coret,,,Hahahahaha
Banyak sekali koreksi dan padahal cukup gue baca koreksinya yang pertama gue udah kehilangan semangat buat merevisi. :D

Jadi gue membahas teori manajemen SDM dengan memaksanya dijodohkan dengan MLM Tupperware. :D dan Pak A memberikan koreksi pertamanya sebagai berikut :

"Belum anda bahas mengenai pengelolaan SDM nya sendiri, penilaian kinerja yang didasarkan pada hasil, hanya seputaran MLM Tupperware saja yang anda kupas. Jadi lebih condong pada proposal penjualan Tupperware, buka sebagai sebuah karya ilmiah."

Mak jleb. >,<

Dan kalimat itu sudah cukup buat gue untuk pusing dan langsung tidur siang di kantor. Frustasi.

Kemudian gue bangkit lagi, karena ingat bahwa masih ada waktu 3 hari buat gue untuk tidak menyerah. Maksudnya ini baru H-3 dadi deadline penyerahan karil.

Ya sudah, gue menyesal dan mencoba memperbaiki keadaan. Gue mulai nulis lagi dari 0. Yeah, gue mulai menulis lagi, dari awal dengan topik yang baru yang merupakan pekerjaan gue sehari-hari. Yeah, gue mulai menuruti kata-kata Pak A.

Dan....
Voila! Dalam waktu satu malam saja selesailah tugas karya tulis gue.

Dan...ketika gue kirimkan ke Pak A, sampai 2 hari kemudian Pak A ga membalasnya,,baik email maupun SMS gue..

T.T udah deadline ini Pakkkkkkkkkk....

Kemudian gue mulai berdoa dengan sungguh-sungguh.
Dan Allah memang Maha Baik,,deadline diperpanjang seminggu. Yey!!!

Dan akhirnya H-3 (lagi) Pak A merevisi karil gue, dan you know,,,cuman satu koreksinya. Ada satu daftar pustaka yang gue lupa cantumin. 

Yups, kamu benar. Akhirnya gue selamat,,dan kemudian sekarang menunggu pengumuman kelulusan gue.
Doakan gue lulus semester ini ya, teman-teman. Amiiin

Pesan Moral :
 Dalam membuat tugas kuliah, jangan sotoy, ikutin kata dosen dan satu hal, JANGAN PANTANG MENYERAH, Tuhan bersama kita!
Semangat!

Dikejar Setan

Gue ga bakal ngomongin tentang jin, setan, hantu, pocong dan atau kawan-kawan baiknya itu di sini. No.

Dan ya, gue bakan mbahas tentang fenomena yang gue temuin di perjalanan seperti biasa. Ya biasa ketika gue naek motor. :D

Dari sekitar tahun 2004 lalu, waktu gue masih muda dan kurang bahan untuk dipikirkan, gue pernah nanya ke temen gue. Kenapa sih orang suka ngebut? Dan temen gue pura-pura ga denger. Haha.

Iya. Sampai sekarang gue masih memikirkan itu. Apa sih pentingnya sehingga seseoragn itu harus ngebut? Apa gitu bagusnya naek motor ngebut, sehingga bisa-bisa saja menyebabkan pengendara motor or mobil or kaki (pejalan kaki maksudnya) yang lain hampir celaka? Bisa jadi malah beneran celaka. Dan orang yang ngebut itu juga sekaligus...

Buat gaya-gayaan?
Ya kali gaya, tapi ga ada yang bakal ngefans kayaknya. Kecuali yang ngebut pada tempatnya, macem F1, MotoGP,,hahahaha

Buat ngejar absen?
Ya kali absen lebih penting dari keselamatan. Makan tuh absen.

Buat menang-menangan sama motor lain?
Ya kali menang dapet masuk surga.

Ya gitu deh, intinya sih gue ga habis pikir dan ga suka sama orang yang ngebut. Itu aja sih.

Dan hubungannya sama dikejar setan?
Ya kali mungkin ngebutnya karena dikejar setan. :D

Kepala Batu

Kepala batu. Bukan. Ane bukan mau ngomongin orang yang keras kepala teman-teman, sama sekali bukan.

Kepala batu yang gue maksud adalah kepala yang keras, yang seperti batu, yang kalo jatuh pun diperkirakan tidak akan kenapa-kenapa. Bahkan mungkin lantainya yang retak. Wew. Hebad! :D

Sebagai pekerja yang naek motor to work, gue setiap pagi ketemu dengan para pengendara motor yang lain dan bejibun jumlahnya. Yes, di Jakarta memang seperti itu kondisinya, motor bagaikan semut. :D

Dan..salah satu fenomena yang sering gue temui adalah pengendara motor yang tidak mau memakai helmnya. Bahkan sebetulnya dia itu bukan ga punya helm. Betul. Helmnya ada dipegangnya, ada di tangannya yang dipakai bagaikan tas tangan. Wew. :D

Dan gue mikir, terus menerus berpikir, ada yang salah dengan hal itu. Bukankah seharusnya helm yang melindungi dia, kok malah jadinya dia yang melindungi helm. Melindungi helm dari kemungkinan jatuh. Eaaaa...

Dan gue mulai berpikir, kebanyakan kecelakaan yang menyebabkan korbannya meninggal adalah karena cedera di kepala. Ya, di kepala yang seharusnya dilindungi helm ituh.

Dan gue kasihan sama orang-orang yang lebih suka melindungi helmnya. Baik yang melingungi dengan memakainya seperti tas tangan itu, atau yang melindunginya dengan mengistirahatkan helmnya di rumah ketika dia bepergian. Mungkin dia terlalu sayang sama helmnya. Mungkin.

Dan dia mungkin lupa untuk menyayangi kepalanya.

But, mungkin lagi, dia sayang kalo rambutnya jadi acak-acakan karena ketiup angin. Mungkin juga dia takut rambutnya lepek karena keteken helm? I don't know...

Oh helm. Nasibmu kini....

Thursday, 28 November 2013

Mengajari Anak Untuk "Makan"

Gue punya anak laki-laki yang sekarang umurnya sudah 2 tahun 8 bulan. Anaknya lucu menggemaskan, dan kadang-kadang tengil ga ketulungan. Dan seperti lazimnya anak-anak, dia sering mengalami yang namanya susah makan. Atau biasanya emak-emak di sini nyebutnya GTM (gerakan tutup mulut).

Gue sih ga terlalu mengkhawatirkan anak gue soal ini, karena anak gue itu GTM-nya bisa dibilang ga parah-parah banget. Paling 2-3 hari aja berlangsung, dan itupun dia masih mau makan sesuap dua suap. Cuman ya memang biasanya kalo lagi siklus GTM begini, anak gue makin banyak konsumsi susunya.

Sebagai emak-emak yang kadang suka sok ngasih nasehat pada sesama emak-emak (selain hobi mbanding-mbanding, haha), maka gue mau nulis juga tips menangani masalah makan anak ini.

- Jangan memaksa anak untuk makan
Anak yang sering dipaksa untuk makan atau menghabiskan makanannya, cenderung malah akan menjadi susah makan. Mungkin karena trauma, atau memang sifat dasar orang yang ga suka dipaksa-paksa.

- Berilah contoh makan yang baik dan benar
Jangan menyuruh anak makan ini itu atau makan dengan cara begini begitu JIKA kita sendiri tidak melakukan itu. Karena ya percuma saja ya,,anak-anak itu peniru ulung, ujung-ujungnya mereka akan mencontoh yang dilihatnya.
Contoh aplikasi : Jika ingin anak suka makan sayuran, makanlah sayuran di depan mereka. Jika ingin anak makan di meja makan, makanlah bersama di meja makan. Demikian.

- Berikan makanan dalam wadah yang cantik dan lucu
Percayalah, it's work! Gue liat sendiri gimana anak gue seneng banget ngeliat makanannya ketika gue memakai piring dan mangkuk yang berbentuk anjing. Susah nyarinya? No,,,banyak kok toko-toko yang berjualan alat makan anak yang lucu-lucu, bahkan di Giatn Extra gue rasa pasti ada.

- Tawari makan lebih sering ketika siklus GTM muncul
Ketika anak kita dalam siklu GTM, jangan dipaksa untuk makan, akan tetapi, tawari lebih sering, kalo perlu, ganti-ganti lauknya dan kasih tau dia kalo lauknya udah diganti. :)
Dengan ini kita berharap anak tertarik dengan salah satu lauknya, dan bersedia memakannya. Jangan cepat menyerah, ini demi kebaikan bersama.

- Siapkan cemilan sehat buat anak.
Cemilan ini penting, terutama jika sedang dalam siklu GTM. Taruh cemilan ini di tempat mereka biasa bermain dalam wadah yang menarik. Jangan lupa siapkan juga air putih dalam wadah yang menarik di dekatnya.

- Berikan air putih yang cukup.

Kiranya ini aja yang bisa gue tulis, soalnya dengan ini aja anak gue alhamdulillah ga pernah sampai parah GTM-nya. Dan, tentu saja meskipun bukan penggemar sayuran dan buah, dia mau memakannya. Yay!!! (So do I :D ).

Friday, 15 November 2013

Motor Bersuara Berisik

Gue selalu ga suka setiap ketemu sama motor yang suaranya berisik. Entah apa yang ada di pikiran pemiliknya sehingga nyaman dengan suara berisik itu. Efek yang ditimbulkan suara berisik itu, buat gue ga ada yang positif. Polusi suara, mengganggu waktu tidur orang, menambah tingkat stress yang mendengar dan bisa bikin kaget.

Dulu jauh sebelum gue nikah, gue membatin dalam hati. Gue ga mungkin bakalan suka sama cowok yang motornya sedemikian serupa sehingga dibuat suaranya berisik dan mengganggu orang lain begitu. Dan alhamdulillah puji syukur motor suami gue memang tidak berisik. :)

Pernah suatu kali suami gue cerita. Ada seseorang yang memiliki motor bersuara berisik. Ada satu jalan yang selalu dia lewatin setiap hari. Ada satu orang yang rumahnya berada di jalan itu dan merasa tidak nyaman setiap kali motor itu lewat. Hingga suatu hari, dicegatnya motor itu dan si pengendara disuruh menempatkan kupingnya tepatt di belakang knalpot motornya, lalu orang itu membunyikan motor itu. Tuh dengerin suara motormu sendiri! Tau rasa.

Satu lagi. Motor yang knalpotnya bolongnya segede mangga dan corongnya arahnya ke atas. Bisa dibayangkan pengendara motor yang berada tepat di belakangnya. Gue sering ngalamin itu, berasa muka gue ditiup udara yang kencang panas dan bau. OMG,,betapa egoisnya itu orang. Coba dia bisa membayangkan, seandainya orang tuanya yang berada di motor belakangnya itu.

Ah ya, inilah kehidupan manusia.

Thursday, 29 November 2012

#FlashFiction (FF) - Other Frame


Malam sudah larut, jam sebelas sudah lewat beberapa jam yang lalu. Sudah bukan malam lagi rupanya.
Dimatikannya lampu, dirapikannya sekali lagi taplak meja makan di dapurnya yang mungil. Kemudian dia ke ruang tamu. Menunggu suaminya yang berjanji akan sampai rumah pukul sebelas malam tadi.

Kokok ayam membangunkannya yang tertidur di sofa. Di kamar, di dapur, di kamar mandi, tak ditemuinya suaminya. Dibukanya pintu utama, dipungutnya koran pagi di atas kursi.

“Mayat Tak Dikenal Gegerkan Warga”, hedline koran yang dibacanya. Diliriknya kue tart dan lilin yang masih tertata rapi di meja makan.

“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi”, suara yang didengar dari ponselnya.

Tiba-tiba dia berlari ke kamar mandi, muntah sejadi-jadinya.

Di sebuah tempat, seorang laki-laki tampan tertidur nyenyak di pelukan seorang gadis cantik.

gambar dipinjam dari sini

Wednesday, 28 November 2012

Best Student of The Day

Sejenak mampir ke ruangan sebelah. Ruangan temen-temen sekantor yang meskipun bersebelahan tapi jarang berinteraksi.

Di sebuah meja ada kartu lucu berbentuk hati, bergambar sapi bertuliskan "Best Student of The Day". Sebuah tag yang biasa dipasang di dada.

"Buat Dechan?", tanyaku. Dechan itu anak teman saya si pemilik meja.

"Iyaaa... kemaren di sekolah dia ga dapet, makanya dia kesel, minta dibikinin. Kemarennya sih udah dapet, tapi kemaren yang dapet temennya, jadi dia sedih gitu,,,".

"Hahahaha...", hampir serempak saya dan teman-teman lain yang ada di ruangan itu tertawa. Terbayang wajah lucu Dechan, gadis mungil usia TK yang wajahnya imut-imut menggemaskan.

Anak-anak memang ga bisa kalah ya,,sama seperti anak saya yang saat ini berusia 20 bulan. Setiap kali main KOTAK PAS, dia akan beberapa kali meraung-raung menangis. Kenapa? Karena dia belom bisa memasukkan semua bentuk ke dalam kotaknya.

Hahahahaha...





gambar dipinjam dari sini