Wednesday, 16 July 2014

Pangeran Daun dan Ayah Yang Ganteng *uhuk
































 Lihatlah,,berangkat dan pulangpun bersama-sama...so sweet...




Hihihihi,,,
Pernah main mahkota daun2an juga nggak?

Itu adalah mainan gue waktu gue masih kecil. Pakai daun nangka kering,,bahkan setiap hari kerjaan gue pagi2 adalah berebutan daun nangka kering sama temen2 gue yang lain. :)



Makan Siang Bersama Ayah
















Makan siang? Makan siang apa maen? Ya sekalian :P

Nuansa Bali :)













Apanya yang nuansa bali? Kembangnya,,wkwkwkwkwk

Ssssttt,,,Beli Baju? Mending Langsung Aja Deh...

Jaman serba klik gini memang rada2 membuat orang terlena. Salah satunya dalam hal belanja. Tinggal klik klik klik,,belanjaan sampai di tangan dalam hitungan hari bahkan jam. Yes, belanja online menjadi tren yang memabukkan *eciyeeeeee...

Dan gue akan berbagi pengalaman soal belanja online gue dalam rangka menyambut lebaran tahun ini. Apaan sih?

Beberapa kali gue memang belanja online, mulai dari membeli sprei, pisau set sampai baju bayi. Dan minggu lalu kira-kira, asisten gue nitip dibeliin baju yang kayak gini nih gambarnya :
Cantek kan?

Hmm,,kayaknya siapapun cewek yang liat baju ini emang bakal terpikat. Dan mulailah gue searching di swalayan online langganan gue yaitu inisial Toko. Mulai gue ubek-ubek nyari Diana Maxi. Gue urutin dari harga terendah dan taraa...nemulah yang menjualnya dengan harga 99.000 rupiah. Itu terdiri dari 4 pieces, rok, outer, belt dan pashmina.

Belilah gue.

Dan ketika barangnya datang.

Astaghfirullah al adziiimmm,,,ampunilah hambamu ini, yang telah tertipu mentah-mentah. Jadi nih, yang dateng itu memang benar 4 pieces barang seperti yang gue sebutin di atas. Tapi, bahannya kaos *sekali lagi KAOS yang tipis menerawang dan modelnya,,boro2 mirip,,,diliat pakai lup juga ga ada mirip2nya itu barang.

Begini deskripsinya :
Rok = rok kaos kecil. Pernah liat daleman rok? Ya seperti itu
Atasan = Kaos lengan panjang warna putih yang kecil dan tipis. Kira2 pasnya dipakai anak kelas 1 SMP :P
Belt = Ya buat iket2 kepala bisa lah supaya ga pusing...
Pashmina = Penjualnya bilang sih ukurannya standar, tapi kata gue itu standar kepala anak gue yang umur setahun,,,hihihihihi

Sayang gue ga sempat moto barang-barang ini, keburu pengen tak buang dan lupakan supaya gue ga sakit hati sama penjualnya yang jelas2 nipu,,,

Jadi ya, kalo beli baju, udah deh mending beli langsung di tempatnya. Kecuali memang tempat kita belinya itu udah terpercaya bener...

Dan jangan lupa, jangan tergiur oleh harga yang murah. Percaya deh,,, >,<

Terus gambar. Jangan percaya sama gambar yang ditampilin. Makk,,,beneran gue jadi kapookk.. Foto kayak gitu siapa aja bisa majang sihh,,,termasuk gue (tuh di atas dan di bawah ini)... dan di Toko tempat gue beli tadi,,,ada ratusan toko yang menjual barang dengan foto yang sama dan dengan berbagai warna,,,dan gue yakin seyakin-yakinnya tiap2 toko barang aslinya beda.



Cantek ya? Tapi hati-hati kalo mau beli...hihihihihi

Friday, 4 July 2014

Menjelajah Dunia Imaji Bersama Kuda Besi



 Gambar dari sini
Anak kecil jaman dulu, minimal sekali pasti pernah mendengar dongeng. Saya tidak tau kalo anak jaman sekarang, saya hanya mengira ada sebagian anak jaman sekarang yang luput dari sentuhan kado yang berbentuk dongeng. Menurut saya, itu rugi. Why?
Dongeng. Waktu saya masih sangat kecil dulu, saya mendengar dongeng dari dua sumber. Ya, hanya dua sumber, yaitu ayah saya dan guru TK saya. Dongengnya ga banyak, bahkan saya ingat dengan baik sampai sekarang, saat umur saya 28 tahun. Dongengnya tak jauh-jauh dari cerita kancil atau timun mas. Kancil menipu buaya, kancil menipu macan, kancil menipu ditangkap pak tani, kancil lomba lari dan timun mas yang dikejar-kejar buto ijo.

Gambar dari sini 
Dan ternyata…Jeng jeng jeng…
Jaman sekarang ini masih ada yang peduli dongeng. Beberapa penulis masih peduli dengan tulisan yang cocok dikonsumsi anak-anak, memberi pesan positif dan dapat membantu membentuk perilaku anak, semisal dongeng. Jangan bayangkan dongeng dongeng kancil atau timun mas yang sudah berasa nostalgia itu. Sebuah buku yang diberi judul Kuda Besi menyajikan dongeng-dongeng segar yang menggelitik imaji kita, membuat kita kembali ke dunia anak-anak dengan dunia imaji yang luas dan bebas dijelajahi.
Sekilas tentang buku ini :
Buku setebal 178 halaman ini diberi judul buku Kuda Besi (Kumpulan Dongeng dan Fantasi Anak bersama Birokreasi). Buku ini diterbitkan oleh Birokreasi yang bisa kalian kunjungi di www.birokreasi.com atau bisa kalian follow twitternya di @birokreasi J Buku ini berisi 12 karya pemenang lomba menulis dongeng yang diadakan oleh Birokreasi, diantaranya Maestro Kodok: Pemimpin Orkestra Padang Rumput, Cita-cita si Peri Kecil, sampai Otak Cemerlang Piliang.
Hmmm…
Semasa saya kecil dulu, saya suka memikirkan darimana asalnya pelangi, kenapa malam itu gelap, kenapa kodok itu suka bernyanyi saat habis hujan, kenapa embun itu ada setiap pagi, dan saya selalu bertanya dalam hati,,bertanya dan bertanya, kemudian membayangkan. Dan jawaban-jawaban itu beberapa akhirnya saya temukan dalam dongeng yang saya baca semasa saya kecil dan sudah bisa membaca.
Dan saya sangat menyukai dongeng.
Kembali saat sudah menjadi ibu, saya menemukan jawaban atas pertanyaan masa kecil saya yaitu kisah tentang bagaimana ceritanya sehingga kodok-kodok itu bernyanyi setelah hujan turun. Maestro Kodok: Pemimpin Orkestra Padang Rumput, menceritakan bagaimana perjuangan mereka mencari butiran embun demi suksesnya nyanyian mereka. Selain mengajarkan tentang kerja keras, saya kira cerita ini kreatif imajinatif banget. Kisah yang indah dan mungkin akan membekas di pikiran dan mengembangkan bakat imaji anak saya ketika anak saya besar nanti. 
Kisah yang berjudul Cita-Cita si Peri Kecil mengajarkan anak-anak untuk menemukan cita-citanya, mengajarkan anak-anak untuk tidak minder dengan teman-temannya. Bagi saya, dampak nyatanya adalah cerita ini bisa dipakai untuk membujuk anak-anak supaya mau memakan sup sayurannya :D
Kisah Sepotong Roti membuat saya membayangkan seiris roti tawar yang terbang melayang-layang berkeliling kota. Membuat saya membayangkan toko roti yang berbau wangi dan seketika saya ingin memakan donat. Hihi. Dan meskipun cerita ini memiliki kekurangan, yaitu temanya yang bercabang, bagi anak saya, mungkin cerita ini membuatnya berfikir bahwa dia tidak boleh nakal dan tidak boleh sombong hanya karena dia ganteng. Ehem.
Desas-Desus Si Buaya, dari judulnya sudah bisa ditebak, kisah ini menceritakan tentang bagaimana si buaya menjadi bahan gunjingan, dan dengan jelas digambarkan bagaimana sebuah berita itu bisa jauh melenceng dari berita awalnya ketika sudah menjadi berita berantai. Dan bahwa jika kita tidak tahu benar apa yang terjadi, sebaiknya tidak menuduh sembarangan.
Cerita-cerita yang ada dalam buku ini, dengan caranya yang imajinatif dan sederhana, mengajarkan anak-anak supaya tidak memiliki sifat tercela seperti pemarah, congkak, mencuri, bergunjing, atau nakal. Selain cerita-cerita di atas, masih ada kisah Dongeng Empat Saudara, Kimuzu yang Pemarah, Ranting Penyihir, Fahrel si Semut Congkak, Nula dan Peri Kue, Si Putih dan Wortel Impian, Puteri Angsa Putih dan Otak Cemerlang Piliang yang kesemuanya tidak kalah menariknya.
Anak kecil jaman dulu, minimal sekali pasti pernah mendengar dongeng. Saya tidak tau kalo anak jaman sekarang, saya hanya mengira ada sebagian anak jaman sekarang yang luput dari sentuhan kado yang berbentuk dongeng. Menurut saya, itu rugi. Why?
Dengan dongeng kita bisa mengajarkan anak tentang etika, moral dan kreatifitas. Dengan dongeng kita bisa mengembangkan daya imaji anak, dimana dengan itu kreatifitas juga akan berkembang tentu saja. Dan saya percaya itu.
Kuda Besi adalah salah satu buku kumpulan dongeng baru dengan cerita-cerita baru yang memiliki sentuhan rasa lama. And I like it. Satu yang saya kurang sreg dari buku ini adalah judul bukunya. Haha. Karena ketika saya mendengar buku dengan judul Kuda Besi, saya langsung membayangkan sesosok tentara dengan baju zirahnya sedang menunggangi kuda yang juga memakai topeng besi. Sebagai orang yang tidak menyukai kisah peperangan atau semua cerita yang ada adegan fightingnya,,,saya jadi salah image gara-gara judul bukunya. Hehe. Bahkan ada teman saya yang mengira buku ini tentang racing :D

Tapi setelah membacanya, saya suka dan merasa beruntung menemukan buku yang bisa saya share dengan anak-anak saya yang masih balita. 

Deuh saya lupa memfoto mereka bersama buku ini, ya sudah, foto mamaknya ajalah ya.
Terima Kasih Birokreasi. Semangat berkarya!
Mau beli bukunya? visit : http://www.birokreasi.com/shop/ segera!!