Showing posts with label daily life. Show all posts
Showing posts with label daily life. Show all posts

Monday, 23 October 2017

Bakso Beranak

Ada yg kangen sama cerita upin ipin. Nih dikasih 👧👧

Tadi pulang kantor hujan, mampir JnT ngirim pesenan sambel. Suami nunggu juragan sambel sambil beli bakso yg lewat. Ternyata, itu bakso beranak. Waaahh..saya ingat upin ipin belum pernah nih makan bakso beranak, yowes bungkus 3 deh buat upin, ipin dan kak ros..

Sampai rumah :
B : bunda bawa bakso beranaakk!

U : waaahhh..apakah ada anaknya? 😨😨

B : iya doongg

I : apakah anaknya keciiillll? 😯😯

B : iyalaahh

U : apakah baksonya melahirkan? 😕😕

B : iya, nanti kita bedah dulu yaa... (sambil belahin bakso)

I : waah baksonya seperti bundaaaa!! Baksonya melahirkan seperti bundaaa!! 😄😄😄

U : bunda, bakso itu hidupnya dimana?

B : di panci

U : kenapa sekarang di potong diam saja, apakah sudah meninggal?

B : iya kan sudah direbus

I : apakah telur juga hidupnya di panci? Kok di baksonya juga melahirkan telur..

B : hmm....bisa juga..

I : bunda, potongkan ibunya bakso

B : anaknya sudh dimakan?

I : belum, aku baru makan bayinya, kalau anaknya belum dimakan!
(bayi itu yg di dalam, anak yg kecil di luar 😂😂😂)

U : bunda, apakah baksonya itu seperti kita?

I : iyaa..baksonya dilahirkan sama bundanya seperti kita

B : 😌😌😌😌😌😌

Dan satu porsi semangkok besar bakso, masing-masing anak habis lho..

Akhir kata :
"Bunda, nanti kita beli bakso beranak lagi yaaaa!"

😘😘😘😘

Tuesday, 10 October 2017

Medsos dan Olshop

Sebenernya tadi lagi bingung mau nulis apa, terus buka facebook dan nemu sesuatu yang lucu menggelitik di timeline.
Ada seorang netizen yang membuat status tentang kekesalannya pada pada olshop yang ngelapak (berjualan di facebook). Alasan seseembak ini adalah, bahwasannya alasan dia main medsos adalah untuk mencari ilmu, eh ternyata 85% (kata dia) yang dia temui di timeline adalah pedagang. Hahahaha.

Lalu di menumpahkan kekesalannya di statusnya itu. Jempolku klik komentar. Jreng jreeenggg... Isinya orang jualan semua,,wkwkwkwkwk

Trus habis itu dia tambah kesal dan membuat status kekesalan lagi, isi komentarnya ya sama, orang dagang juga. Hahahaha.

Jangan salah, statusnya yang pertama gue ceritain dikomentarin 3000 lebih orang. Dan statusnya yang kedua ituudah nembus 300 komentar!! Gilee

Ya
Tak bisa dipungkiri ya, kenkawan... Seiring perkembangan teknologi, semua mengikuti, termasuk sistem jual beli. Bahkan jual beli sistem konvensional yang tidak double sistem, harus siap-siap turun omset.

Mengenai kekurangan yang ada, ya segala sesuatu ada sisi positif negatifnya.. Medis sosial gunanya untuk bersosialisasi, nah buat pedagang, buka lapak itu lah bentuk sosialisasinya! Hidup pedagang!

#lhoh

Wednesday, 4 October 2017

Kelakuanmu Waktu Kecil Gimana?

Barusan aku membuat status di lama facebook-ku tentang kelakuan masa kecil dan hubungannya dengan bisnis yang dijalankan di masa sekarang.

Ya, aku buat status seperti ini :

Setiap kami ngobrol kakak beradik, pasti ada sesi ledek-ledekan, adek gue yang paling kecil diledek karena dulunya sering komplain masalah warna kulit dan rambutnya yang tipis ke ibuk, dan kakak pertama beruntung jarang diejek, mungkin karena dia sudah tua,,hahahahahahaha
Kakak kedua diejek karena gayanya yang sok kece sejak dari kecil. Dulu waktu kecil setiap beli barang baru, ngacaaaa mulu,,dengan berbagai gaya, tiduran kaki di atas, berdiri kaki diangkat dan seterusnya..
Sampai kemudian, dia bikin kaos. Gue bilang bikin kaos yang lucu-lucu aja, yang kekinian gitu..
Dia gak mau, kekeuh bilang, "Kalo aku mau bikin kaos, sekalian yang bagus, kualitasnya harus bagus, gak mau lah setengah-setengah"
Dan dia membuktikan omongannya dengan memulai bisnis kaos, bikin web sendiri, masukin ke lazada juga, offline juga..
Harganya murah banget pulak,,,coba deh cek, soalnya lagi promo ulang tahun tuh...
http://jointoriginal.com/

Hahahaha

Sebetulnya kalo versi utuhnya, memang ternyata bisnis yang kami jalankan sekarang itu gak jauh-jauh dari kelakuan masa kecil kami.

Kakak pertama. Seingat aku, kakak pertamaku itu hobinya bikin bikin karya seni misalnya lukisan, kaligrafi gitu. Nah, sekarang kerjaane opo? Sekarang dia adalah fotografer dan tukang edit foto.

Kakak kedua. Kakak kedua ini anak yang paling peduli sama penampilannya. Dulu waktu kecil nih, kalo habis beli sepatu, itu sepatu gak boleh tersentuh lantai sebelum dia benar-benar memakainya untuk ke sekolah. Dan sepatu itu akan dipakai ngaca dengan berbagai gaya, sambil berdiri kaki diangkat, tiduran kaki di atas dari depan, tiduran kaki diatas dari samping, dari belakang, dah pokoknya sampai yang liat malessssss... Beli baju juga ngaca terusss...
Nah, sekarang bisnisnya apa? Ya seperti yang aku sebutin di status facebook aku tadi, dia sedang menjalankan bisnis clothing, jualan kaos yang dia buat sendiri. Seideal mungkin.

Adek. Adekku itu waktu kecil hobine protes. Hahahaha. Nggak bukan itu yang sorotin. Adekku itu hobinya nyanyi, dia sempat jadi vokalis gitu di grup rebana masjid kampung, hehehehehehe. Trus bisnisnya apa sekarang? Bisnisnya jadi pedagang gembreng. Hahahahahaha. Lhah kok pedagang? Iya lah, pedagang itu membutuhkan kemampuan berkoar-koar dan saking kencengnya sampai kayak gembreng. Oke ini mulai memaksakan kehendak, hahahaha. Cukup.

Kalo aku sendiri?

Yeah, dari kecil hobiku makan dan tidur. Makanan favorit krupuk sambel. Bisnis sekarang? Ya jelas bakulan sambel to yoooo....

Wes ngono wae, intinya kebanyakan pilihan bisnis yang kita jalani sekarang adalah pilihan kita. Kembali ke pilihan kita, yang bahkan sejak kita kecil sudah kita pilih :)

Hayooo...kelakuanmu waktu kecil gimana?

Sunday, 24 September 2017

Prioritas

Sering ya orang ribut sendiri karena kehidupan orang lain. Padahal, tidak ada satupun manusia itu yang memiliki pikiran yang sama. Jangankan yang bukan sanak saudara, suami istri saja butuh lho menyetting prioritas bersama supaya sejalan, jadi gak perlulah ribut mengomentari kehidupan orang lain,karena prioritas kalian itu pasti beda, coy!

Kok baru nulis pembukaan aja gue udah emosi sendiri ya? Hahahaha

Jadi gini, prioritas adalah hal yang menurut kita paling penting dibanding hal-hal yang lainnya. Sehingga prioritas ini akan kita usahakan terlebih dulu sebelum memenuhi hal-hal yang lain.

Ada sebagian orang yang prioritasnya adalah makanan sehat. Jadi selama dia dan keluarganya makan makanan sehat, baju jelek gak pernah piknik gak masalah. Ada yang prioritasnya rumah bagus, ada yang prioritasnya pendidikan anak, ada juga yang prioritasnya penampilan. Jadi semua oraangg...itu beda! Sejak dari kepala. Jangan dipaksakan untuk menjadi sama, nanti kamu lelah lho, Hayati...

Yang repot adalah, ketika ada orang yang tidak punya prioritas. Hidupnya tergantung orang lain yang dilihatnya, tetangga begini ikut,,tetangga begitu ikut,,ruwet banget hidupnya. Tapi ya sudah, gak usah ribut sama orang yang seperti itu, cukup kamu influence aja, hahahaha..

Jadilah inspirasi yang baik dan bermanfaat untuk orang lain, sehingga orang lain dengan senang hati mengikutimu. Mereka jadi lebih baik, dan kamu akan bahagia karena membuat orang lain berubah jadi lebih baik. Jadi bukan dengan ngajak ribut ya, Hayati...

Caranya :
Fokus pada perbaikan dirimu. Terus berbenah untuk menjadi manusia unggul. Belajar dari kebaikan orang lain, ambil sebagai contoh untuk dilakukan. Belajar dari keburukan orang lain, ambil sebagai contoh hal yang harus dijauhi. Begitu terus hingga kamu sibuk dengan perbaikan dirimu sendiri..

Err..

Sebetulnya,
Ini adalah nasehat yang paling dibutuhkan oleh diriku sendiri,
Yang seringkali kesel karena ternyata prioritas orang lain berbeda denganku,
Tapi oh plis,
Kenapa aku masih sering terjebak di pikiran picikku itu..

Haha

Semoga dengan menulisnya di sini, semakin merasuk nasehat ini di pikiranku, dan someday,
Tak adalagi kesal karena prioritas orang lain...
:)

Kekeluargaan yang Keterlaluan

Adek saya, yg tinggal di kampung halaman saya ini baru aja memanen mangga di samping rumahnya. Pak Lik yg manjat, dikerubutin rang-rang mecahin beberapa genteng karena mangga yang jatuh.

Singkat kata terkumpullah 2 karung dan 3 kardus mangga dengan berbagai kondisi. Mulai dari yg besar, tua dan bagus sampai yg kecil, muda dan bonyok.

Adek saya berencana membagi-bagikan mangga itu ke saudara dan tetangga, dan tentu saja buat oleh-oleh kami, kakak-kakaknya ini ketika nanti tiba waktunya kembali ke kota lain.

Sore hari, kami sekeluarga pergi ke makam bapak dan ibuk, hanya sekitar 150 meter jauhnya dari rumah. Di rumah, saudara-saudara dan para tetangga ramai memasak untuk acara selamatan di rumah adek saya.

Sepulang dari makam, ternyata mangga-mangga itu dah tersisa yg kecil-kecil pun muda. Bahkan karungnya sudah berkurang satu, alias ada yg membawa sekarung mangga, plus berpuluh-puluh mangga yang lain..

Astaghfirulloh al adziiiimm..

Ya, itu memang cuma mangga, bukan uang atau perhiasan berharga, tapi mbokyao..kalau mau ambil itu ngomong dulu..
Adek saya juga bukan tipe orang medit, wong rencananya itu mangga memang mau dibagi-bagi..lha kok wes ngambil dewe-dewe dan menyisakan yg jelek buat tuan rumah. Hahaha..

Sedihnya, bahkan Pak Lik yang sudah susah payah manjat dikerubungi rang-rang tadi belum sempat dibagi..

Ya itu,
Karena banyak sekali tetangga dan saudara yang menganggap kami keluarga, sehingga merasa berhak mengambil sendiri mangga-mangga itu tanpa ijin. Kekeluargaan yang berlebihan.

Kata adek ipar saya, mungkin karena kita ini kaum muda, jadi disisain yg muda-muda. Hahahahaha.

Nanti kalau sudah pada tua jangan begitu lho ya dek..

Tuesday, 19 September 2017

Ayok Kita Buat!

Saya ini adalah orang yg bertipe banyak cita-cita sedikit implementasi rencana.

Kemampuan (insyaallah) ada, tapi kemampuan memaksa diri? 0! Bahaha..
Itulah. Jadii...

Ketika suatu hari saya membaca status facebook salah satu kawan, yg mengajak bergabung di komunitas One Day One Post (ODOP), saya langsung daftar!!
Buktikanlah, Na!!

Harapan saya, dengan ikut komunitas ini, saya bisa memaksa diri saya untuk menulis tiap hari, belajar tentang kepenulisan tiap hari, dan punya karya setiap hari. Keren yak? #iyainAjaBiarCepet

Intinya itu.

Karena yaa..
Persepsi saya tentang ODOP, itu semacam komunitas yg isinya orang-orang yg suka nulis dan butuh dipaksa nulis.. ya kan?

Banyak memang grup One Day One Something yg udah saya ikuti, tapi gapapa, artinya dalam satu hari, lebih sedikit waktu saya yg saya lewati tanpa rencana.

Dengan ODOP, mungkin malah semua one day one somethingnya bisa aku tulis nanti..hahahaha..intinya ODOP ini bisa jadi bingkai untuk hari-hari saya #ceilaahh...

Doakan saya yhaaaa~~~

Ayo kita buat hari kita lebih bermakna!!
Ayo kita buat!!

Monday, 29 June 2015

Resep Mie Ayam Ala-Ala

Halo pembaca blogku sekalian...apa kabar?

#semacamkepedean

Kabar baik ya alhamdulillah...

Kemaren ada lah hari Minggu, dan saat dimana biasanya saya memasak dengan keluangan waktu, tanpa takut buru-buru harus berangkat ke kantor gitu deh.

Seperti biasa saya berencana mengungkep ayam untuk stok seminggu ke depan. Berdasarkan pengalaman, anak-anak kurang suka ayam di bagian dada. Yang mana bagian dada itu banyak sekali dagingnya, dan itu membuat anak-anak susah mengunyah serat-seratnya, yang ujung-ujungnya bakalan di muntahin. You know what i mean, moms,,,

Nah, berbekal pengalamn itulah, kemaren semua bagian dada yang berdaging tidak saya ungkep, tapi saya potong kecil-kecil. Di kepala saya, seandainya ayam itu ada di mangkuk bersama mie dan sayuran rebus, mungkin akan berbeda hasilnya (intinya sih gue kepengen bikin mie ayam).

Oke berbekal kemampuan yang cetek, saya eksekusi daging ayam cincang itu :


foto dari sini (tapi mirip begini lah penampakan mie ayamku kemaren)
Bahan 1 :
Daging dada ayam yang dicincang kasar
Bawang merah dan bawang putih diiris2
Lengkuas digeprek
Lada putih bubuh
Kunyit bubuk
Kecap manis
Garam
Minyak untuk menumis
Saus tiram (kok?????? Ya namanya juga ala-ala, suka-suka kita aja deh pokoknya)

Cara 1: 
Tumis bawang merah, bawang putih, lengkuas, lada dan kunyit sampai harum.
Masukkan ayam cincang, aduk.
Tambahkan air sampai terlihat seperti capcay kuah (ya gitu deh pokoknya), didihkan.
Masukkan saus tiram dan kecap sampai warnanya coklat bagus
Tambahkan garam, icip.
Tunggu sampai air berkurang dan ayam empuk mateng.
Angkat.

Bahan 2:
Tulang-tulang sisa dada, ceker
Bawah putih diiris2
Kaldu blok 1

Cara 2:
Rebus semua bahan sampai berbentuk kaldu yang terlihat enak (pokoknya gitu deh).

Bahan 3:
Mie telor merek apa saja
Sawi Hijau dipotong-potong

Cara 3 :
Rebus mie telor dan sawi hijau sampai empuk.

Sajikan dengan cara :
Taruh mie dan sayuran rebus ke dalam mangkuk, siram dengan ayam kecap, taburi dengan daun bawang iris dan siram dengan kuah kaldu.

Sajikan bersama saus sambal :)

 Testimoni dari semua penghuni rumah saya adalah : Mantaaappp

Note : saya lupa bikin minyak ayam, soalnya tadinya pengin ambil minyak ayam dari ayam yang diungkep, eh kelupaan ngungkep ayamnya baru malem habis isya' -_-''

Thursday, 25 June 2015

Buka Blokir ATM

Beberapa waktu yang lalu ATM gue keblokir, gara-gara salah masukin PIN 3 kali. Padahal suerr,,gue ga ngerasa salah, gue ngerasanya PIN yang gue masukin udah bener deh... Tapi kalo bener mana mungkin keblokir, berarti gue salah ya? Muahahahaha..

Usut punya usut ternyata memang gue terakhir mengganti dengan tanpa niat mengganti (itu lho, gara-gara mesinnya nyuruh-nyuruh ganti, biar cepet, gue asal aja nggantinya), sehingga gue beneran lupa sudah menggantinya. LOL

Baiklah. ATM gue terblokir sudah. What next?

Gue cari info dong ke temen-temen gue yang kerja di BRI gimana caranya buka blokir ATM gue itu. Infonya begini :

Siapkan kartu ATM, KTP daaaaannnn Buku Tabungan.
Datang ke BRI mana aja, dan reset PIN

Terdengar sangat indah dan solutif sekali. Tapi yang kemudian terjadi ternyata tak seindah angan. Buku tabunganku tidak berada pada tempat semestinya dia ada!! Oh God...

Seminggu gue coba cari, di laci-laci, lemari-lemari, di tas-tas, kantor, rumah,,,dan hasilnya NIHIL Yang ketemu cuma buku tabungan yang lama, yang sudah diganti. Gue kembali ke bank, gue tanya bolehkah kalo pakai buku yang lama? Karena buku barunya ga ketemu. Jawabnya : TIDAK BOLEH. Bawa surat kehilangan dari kepolisian sebagai gantinya.

Setelah perjuangan yang berat, surat kepolisian pun dapat. Kemudian saya datang ke kantor cabang BRI yang terdekat dengan kantor gue. Dalam hati sih gue udah pesimis, soalnya gue buka tabungan ini di daerah lain yang jauh dari kantor. Hmmm...kemungkinan terburuk ya gue bikin rekening baru deh, supaya bisa menyelamatkan gaji bulan depan ke rekening baru ini.

Dan ternyata dugaan saya tepat!

Buku tabungan ilang solusinya adalah : bawa surat kehilangan dari kepolisian dan KTP, lalu datanglah ke kantor tempat kamu buka rekening.

Ya sudahlah ya, wal hasil saya buka rekening baru deh, demi bisa mengambil gaji bulan depan tanpa harus ke tempat yang jauh di sana itu...

Thursday, 18 June 2015

Knalpot Berisik

Salah satu hal yang tidak saya sukai, bahkan mungkin saya benci adalah suara knalpot yang berisik. Saya tidak habis pikir, apa sih yang membuat orang suka dan memasang knalpot yang suaranya kencang, berisik dan mengganggu sekali begitu?

Terlihat keren? Tidak sama sekali
Terlihat mewah? Wah, kalo menurut saya malah sebaliknya
Terlihat pintar? Idem jawaban sebelumnya
Terlihat kekinian? Saya tidak tau harus bilang apa..

Saya senang sekali waktu baca berita yang isinya salah seorang gubernur di negeri kita ini menghukum salah seorang pemotor yang memasang knalpot berisik di motornya dengan cara : Menyuruh orang itu meletakkan telinganya di belakang knalpotnya, kemudian gubernur ini mem'bleyer' motor itu sehingga kuping si empunya motor tau sedapnya rasa knalpotnya itu.

Dan pagi ini, saya malah ga sengaja nemu berita di tahun 2014 tentang seseorang yang terbunuh oleh tetangganya gara-gara cekcok yang disebabkan oleh suara knalpotnya yang kencang dan berisik. Ulala,,,sekali lagi saya jadi bertanya-tanya, sebenarnya apa sih menariknya knalpot yang super mengganggu itu? Kalo begini kejadiannya kan malah kasihan saya...

Ini beritanya : Gara-Gara Knalpot.

Ada juga yang beritanya di tahun 2013, ini ceritanya : Gara-Gara Knalpot 2

Gugling punya gugling, ternyata memang sebenarnya knalpot yang diganti-ganti sehingga mengganggu lingkungan ini tidak diperbolehkan alias melanggar aturan.

Mungkin bagi yang merasa melanggar aturan itu bagus... Ah sudahlah, yang jelas menurut saya aturan itu dibuat pemerintah untuk mengatur, supaya segala sesuatunya teratur dan sesuai yang diharapkan :)

Ini salah satu bacaan tentang knalpot ini yang mencerahkan : Knalpot

Disitu disebutkan pasal sebagai berikut :

Penggunaan Knalpot racing melanggar pasal 285 Undang - undang Nomor 22 Tahun 2009 yang berbunyi :
Pasal 285 (1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Dan dari sumber ini juga taulah saya bahwa mereka-mereka yang memasang knalpot berisik ini ingin merasa seolah-olah mereka sedang menjadi pembalap yg keren-keren ituh,,,

Sayangnya mereka : GAGAL, justru malah kliatan SANGAT TIDAK KEREN

Wednesday, 17 June 2015

Kakek Winnie The Pooh

Pagi ini saya iseng-iseng browsing internet, membaca-baca berita sekiranya ada yang menarik. Dan saya terhenti pada berita tentang "kakek winnie the pooh" yang dikabarkan ternyata memiliki 7 istri, 5 orang anak dan rumah mewah. Wah!

Saya langsung teringat, beberapa waktu sebelumnya, saya menemukan berita tentang kakek ini di laman facebook yang isinya kira-kira begini : Dinas sosial dan tenaga kerja Sidoarjo tengah mencari kakek Suaedi ini untuk dirawat karena di usianya yang sudah renta, sakit stroke, hidup sebatang kara masih kekeuh mencari nafkah sendiri dengan menjadi badut penghibur anak-anak di jalan raya.

Hmmm...silahkan baca sendiri berita-beritanya :
Versi Lama : Kakek Suaedi yang Membuat Iba
Banyuwanger
Mynewshub
Ngetikngetik
Suara Surabaya

Versi Baru : Kakek Suaedi yang Membuat Gemes
Media Iyaa
Pojok Satu
Kaskus
Brilio
Merdeka

dan banyak sekali berita lainnya yang bertebaran di jagat maya.

Apa yang ada di pikiran teman-teman?
Kalo yang ada di pikiran saya kira-kira begini :

1. Manusia itu gampang sekali berubah. Oke, ini sebenarnya agak tidak nyambung langsung dengan kakek Suaedi ini, tapi ini berhubungan langsung dengan kita. Pertama kita merasa sangat kasihan dengan sang kakek ini karena berita yang beredar membuat kita iba. Kemudian saat berita berubah total, dari yang semua iba sekali menjadi geram,,hahahahaha. So kalo ada teman kita yang tiba-tiba berubah pikiran, harap dimengerti, mungkin mereka sedang mengolah data dan fakta baru :P

2. Don't judge a book by it's cover kembali berjaya. Eh, padahal emang ga pernah ga berjaya ya, tapi dengan adanya kejadian ini, kembali di kepala saya merasa diingatkan, bahwa apa yang kita lihat belum tentu seperti yang sebenarnya. So, kembali kita tata hati kita supaya tidak gampang menilai orang dari yang tampak saja...

3. Masih banyak orang yang menganggap harta adalah segalanya sehingga rela mengorbankan kejujuran dan malah menjadi pendusta demi mendapatkan uang. Dan mungkin kita juga pernah seperti ini, dengan versi kita sendiri tentunya. Semoga kita dilindungi Allah dari hal-hal yang salah. Amiiin

4. Penghasilan kakek Suaedi ini jauh lebih besar dibandingkan gaji saya. Wkwkwkwkwkwkwk,,ini beneran ada di kepala saya waktu baca beritanya. Hmm,,,benar kata teman-teman saya, kalo rejeki gak akan kemana :D Tapi saya juga ga mau kok kalo disuruh bertukar tempat dengan kakek Suaedi ini biarpun penghasilannya lebih besar dari saya sekarang ini :P


5. Masih banyak orang baik di dunia ini. Terbukti dengan banyaknya orang yang masih peduli dan mau menolong kakek Suaedi yang sedang berpura-pura hidup menderita ini. Artinya apa? Artinya masih banyak sekali orang baik di sekitar kita, ini yang harus kita syukuri dan pertahankan. :)

6. Saya cuman bertanya-tanya seperti apa kehidupan ke 7 istri dan kelima anak kakek ini... Tapi saya juga ga pengen tau-tau banget sihhh... :D

Oke, sekian coretan saya ini, saya tulis karena kalo tidak saya tulis maka blog saya ini tidak apdet-apdet, kemudian saya akan ngegerundel sendiri dan teman-teman seruangan saya jadi korban.

*foto saya ambil dari  Myneswhub.

UPDATE :
Inilah rumah kakek Suaedi yang katanya mewah itu --> Tribun 

Wednesday, 6 May 2015

Jamur Campignon alias Jamur Kancing

Halo, selamat pagi menjelang siang..

Beberapa waktu yang lalu saya kehabisan ayam dan kehabisan kaldu bubuk yang non MSG. Saya pun mulai browsing-browsing alternatif penyedap masakan yang okeh punyah..

Ketemulah saya dengan suatu artikel yang menyebutkan bahwa salah satu penyedap alami yang menciptakan rasa umami adalah jamur campignon alias jamur kancing. Wow. Saya baru tau.

Oke, mari kita bahas. Menurut Wiki :

Jamur kancing (Agaricus bisporus), jamur kompos atau champignon adalah jamur pangan yang berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Jamur kancing merupakan jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia.

Jamur kancing dijual dalam bentuk segar atau kalengan, biasanya digunakan dalam berbagai masakan Barat seperti omelet, pizza, kaserol, gratin, dan selada. Jamur kancing memiliki aroma unik, sebagian orang ada yang menyebutnya sedikit manis atau seperti "daging".

Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.

Jamur kancing dimasak utuh atau dipotong-potong lebih dulu. Jamur kancing cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan hilang aromanya setelah dipotong dan dibiarkan di udara terbuka. Jamur kancing segar sebaiknya cepat dimasak selagi masih belum berubah warna.

Bagian yang saya tebelin dan garis bawahin menurut saya memang cucok banget jika jamur ini disebut sebagai penyedap alami,,hal-hal yang saya butuhkan dari sebentuk kaldu ada di kalimat itu bukan?

Hebatnya lagi, dia bebas lemak, bebas sodium, kaya vitamin dan mineral serta randah kalori! Wow lagi.

Nah, saya pun bereksperimen dengan jamur ini long wiken kemaren. Saya beli satu kotak di Lottemart. Kemudian saya mengikutsertakannya pada setiap masakan yang saya buat. Hasilnya? Yummy,,beneran ada tambahan cita rasa yang sedap-sedap enakkk...

Salah satu yang saya buat adalah nasi goreng. Nasi goreng biasa, hanya saja kali ini ada tambahan irisan jamur campignon di dalamnya. (ternyata masakan ini ada juga di resepnya mbak Endang). Anak saya yang memang suka nasi goreng, lebih lebih lebih lagi lahapnyaa...pas saya icipin, enak memang, beda dengan yang biasa..

Masakan yang saya buat berikutnya sayur sop. Tanpa kaldupun rasanya sudah oke lhoo,,, Mantep ya si jamur ini memang,,,

Lalu saya masukan juga irisan jamur ini di sayur lodeh. Cita rasanya jadi beda,,hihihihihi..iseng banget ya gue..

Ah i love this mushroom...

Oh iya, biasanya jamur ini diolah sebagai jamur goreng tepung atau sop, kalo mau nyobain browsing aja resepnya, buanyaaakkk... di Griya Kuliner juga banyak nih, dicampur di mie goreng, nasi goreng, tumisan..deuh meni jadi laperrrrrrrrrrrrr...

Oke karena sudah lapar, saatnya saya mengakhiri tulisan ini.

Wassalam.
Happy Cooking Mom!!!

Thursday, 30 April 2015

Dreaming

Kemaren siang saya browsing-browsing, blogwalking kemana-mana sampai akhirnya otak saya berhenti beredar.

Pertama karena saya mulai kepo sana rendang yang dijual online dengan nama Miss Rendang. Saya sebenernya kepengin sekali nyobain si miss rendang ini, tetimoni dan review di blognya mbak Pungky membuat saya beneran pengen beli. Ya nantilah mungkin minggu depan, soalnya salah satu alasannya adalah kemaren saya ga nemu temen beli, kalo saya beli banyak kok ya mahal.. kalo saya beli satu kok kasihan yang antar nanti... Baiklah saya tunda dulu beli rendang online-nya. Hahahaha.

Kedua saya kepoin Sour Sally, si yogurt beku. Bagaimana tidak, Sour Sally yang tersohor itu ternyata kepunyaan orang Indonesia yang memang kreatif dan pintar berbisnis. Saya kepo sana sini sampai kemudian saya pun berkhayal..

Mulailah saya chatting dengan salah satu sahabat main, makan dan madol saya. Intinya kira-kira setelah membaca tentang rendang online dan usaha froyo yang tersohor ini saya jadi kepengin punya usaha sendiri. Dan teman saya inipun menyuruh saya mengembangkan hobi dan kebisaan saya, atau kalau tidak saya seret adik saya yang mahir di dunia perkosmetikan alami untuk membentuk brand sendiri. Lalu saya bilang saya tertariknya sama usaha katering. Dan dia pun bertanya : Masakan lo enak kagak????

#die #telak

Secara gue cuman bisa masak ala ala apalah apalah, maka hari itu saya cuma bermimpi dulu. Bermimpi mempunyai usaha katering idaman umat wanita yang kepengin sehat, cantik dan langsing.
Mimpi saya seperti ini :

Punya usaha katering yang menu makanannya sehat selalu, rendah kalori, rendah gula dan lemak, cocok buat diet dan kecantikan.

Pasarnya adalah orang-orang kantoran yang malas memikirkan, "makan apa kita siang ini?" seperti kelakuan kami selama ini.

*kayak bisnis kateringnya Dian Sastro gitcu lhooohhh...tapi yang harganya ga selangit-selangit amat, palingan seatap lah ya...

Lalu saya mulai membayangkan warung makan di dekat kantor tempat kami sering makan. Sebuah warung makan kecil dengan masakan rumahan yang sebenarnya menunya itu-itu saja. Mereka hanya sekali memasak di pagi hari dan biasanya pukul 12 siang sudah akan ludes semua makanannya. Dan tidak ada isi ulang. Kalo habis, tutup. Menurut saya enak sekali bisa bisnis begitu, cukup bekerja dari jam 3 pagi, sampai jam 12 siang, lalu istirahat. Dan uangnya pun datang sendiri ke warung. :P

Lalu bayangan saya pun semakin jelas tentang menu makanan di warung itu. Tandanya saya harus mulai melangkahkan kaki ke sana. Iya, ke warung itu, untuk makan siang!!! :D

Ah namanya juga mimpi ya,, bebassss... Kalo bisa mimpi yang enak-enak ngapain mimpi yang susah-susah.

Tips Laktasi ala Saya

Sudah sejak tanggal 20 April yang lalu saya mengurangi jadwal pumping ASIP saya menjadi satu kali sehari. Karena bayi saya sudah mencapai usia dua tahun. Kalo langsung berhenti pumping kok sayang, soalnya setiap harinya saya masih bisa memompa 150 ml ASI. Alhamdulillah yah...
Tadi malam saya mulai menyapih. Jadi sejak tadi malam bayi saya sudah tidak menyusu langsung, jadi siang ini saya putuskan untuk pumping lagi karena sayang kalo asi yang ada tidak dikeluarkan. Biasanya kalau jadwal pumping saya cuma sekali sehari, saya hanya pumping pukul 16.30 ketika mau pulang. Nah, jadi hari ini saya pumping dua kali. Tebak berapa hasilnya? 280 ml :)

Banyak sedikit memang relatif ya, tapi buat saya, 280 di usia anak saya yang udah di atas 2 tahun itu lumiyiiiinn..

Jadi saya sok pede nih mau bagi-bagi tips laktasi ala saya :P

1. Modal pertama kita harus PeDe

Kita harus percaya bahwa kita pasti akan bisa memenuhi kebutuhan ASI untuk anak kita. Kalo dari awal sudah tidak yakin, buru-buru deh perbaiki,,kita harus YAKIN!

2. Jangan memikirkan "kekurusan" #halah

Pada saat masa menyusui, lupakan dulu program pengurusan berat badan. Yah,,kecuali kalo anda artis yang sangat penting untuk menjaga penampilan sehingga terlihat sheempuurnnaah! Makan makanan yang bergizi, perbanyak buah dan sayuran dan kacang-kacangan. Booster asi bisa dibaca di sini.

3. Jangan Malas Pumping

Jadwalkan pumping setiap 3 jam sekali. Jangan malas. Sekali anda menskip jadwal pumping, maka tingkat kemalasan akan menggoda anda lebih sering,,, So, jangan malas pumping! Pumping ga lama kok, 15 menit cukup kalo saya sih. Saya pakai pompa apa? Saya pakai pompa pigeon manual, jadi frekuensi tarik ulur pompanya bisa kita atur sesuai tangan kita sendiri.

4. Banyak Minum

Jangan malas minum, karena ASI kan diproduksi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karena ASI bentuknya cairan, maka kita pasti akan membutuhkan lebih banyak cairan ketika masa laktasi ini untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita.

5. Istirahat yang Cukup

Entah bagaimana caranya, usahakan untuk istirahat yang cukup. Pengalaman saya sih, ketika kondisi badan tidak fit, kurang tidur atau kecapekan, produksi bisa menurun drastis dari hari sebelumnya.. Hiks..

6. Selalu Berfikiran Positif

Ini serius. Coba saja amati, bagaimana produksi anda ketika anda sedang bete, kesel atau marah-marah,,hihihihihi,,. So, stay positive selalu ya! Dan ini sangat penting. Karena pikiran itu ada di dalam diri kita, jangan sampai orang lain mempengaruhi pikiran kita, lalu kita marah sehingga ASIP kita malah turun. Siapa yang rugi?? Jaga hati deh yaa...

Kiranya ini aja sih tipsnya, dan laktasi itu seperti nasib, Allah tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali dia mengubah nasibnya sendiri, begitupun ASIP, ga ada yang bisa mengubah produksi ASIP anda selain anda sendiri!!!

Menyapih Itu Sedih :(

Sebelum saya benar-benar mulai menyapih, saya belum paham apa yang orang-orang bilang : "Dalam proses menyapih, tidak hanya anak yang akan merasa kehilangan, tapi juga sang ibu" atau kalimat "Dalam proses menyapih, tidak hanya anak yang harus kuat, tapi juga sang ibu".

Ternyata benar. Baru saja tadi malam saya memulai proses meyapih anak saya, saya yang merasa tidak tega, saya yang merasa sedih. Disitu kadang saya merasa sedih.

Saya merasa sedih karena kehilangan moment-moment "ditempeli" bocah. Saya kehilangan momen tidur sambil memeluk erat bayi saya. Saya kehilangan bau khasnya dan hangat kulitnya yang menempel di tangan dan wajah saya saat tidur. Saya yang sedih. Hiks...

Anak saya juga sedih pasti, dia gelisah sekali karena dia bingung harus berbuat apa, sementara biasanya dia hanya harus "menempel" di saya.. Tapi dia tidak menangis, dia hanya sedikit bingung, minta gendong, lalu minum susu (kedelai) lalu kemudian tidur lagi...

Mungkin ibu-ibu di luaran sana yang belum pernah menyapih juga tidak akan memahami proses merasa kehilangan ini, tapi nanti ketika sudah waktunya, silahkan dinikmati... It's hurt...

Buat teman-teman yang masih dalam masa menyusui, nikmatilah,,, karena ketika sudah saatnya harus menyapih, itu seperti saat kita berangkat menjadi anak kost, senang sekaligus sedih... senang karena akan lebih mandiri dan sedih karena harus berpisah dengan orang tua...

Sampai hari ini saya masih pumping di kantor, karena memang ASI saya masih keluar dan anak saya masih lebih suka minum ASIP daripada susu lainnya. Dan saya akan terus pumping sampai tetes terakhir ASI saya..

Dan saya juga harus kuat dalam proses menyapih ini, karena anak saya juga harus bertumbuh menjadi laki-laki yang mandiri, tidak selamanya menjadi bayi yang harus "netek" ke ibunya setiap kali merasa tidak nyaman...

Hiks..salam ASI!!

#doakansaya #doakananaksaya

Friday, 24 April 2015

Something New

Bahasanya sok banget ya,,"something new"..

Padahal cuma mau cerita kalo saya baru aja mesen kaldu bubuk merek Totole yang konon katanya tidak mengandung MSG dan tidak mengandung protein hewani (vegetarian-able)...

Seperti ini penampakannya :

Deskripsi :
Nama Produk : Kaldu Rasa Jamur Totole ( Dikenal juga dengan nama Mokucing )
Kode Produk :
JBK02 (ukuran sedang 200gr), JBK03 (ukuran besar 400gr)

Komposisi / Ingredients:
Flavor Enhancer (E621, Nucleotide Seasonings), Salt, Rice Powder, Sugar, H.V.P.(Soya), Flavorings, Mushroom, White Dextrin.

Berat Netto : 200 gram & 400 gram

BP POM RI ML 245909001569

Diproduksi oleh : Shanghai Totole Food Ltd.
Didistribusi oleh : PT IKPS Jakarta - Indonesia.
(sumber)

Kayaknya minggu depan baru bakalan saya terima ya produknya, jadi tunggu review saya nanti kapan-kapan ya...hihihi

#postinganpenting

Tuesday, 14 April 2015

Anak Siapa?

Semalam ada kalimat Hafi yang bikin saya ngekek terus, begitu juga si embaknya..

Hafi : Hapi,,anak,,dodododo.. Hapi,,anak,,dodododo..
Saya : Mau ngomong apa sih ini anak (dalam hati)
Hafi : Hapi,,anak,,dododododo..Hapi,,anak,,dododolipet..hahahaha

#eaaaaa

Ternyata dia pengen bilang kalo Hafi itu anaknya dodolipet. -_-''

Inas ketawa terus denger adeknya ngomong ga bisa-bisa dan belum paham konteks. Memang sering kami bercakap-cakap tentang "anak siapa?". Inas yang sudah 4 tahun sudah mengerti susunan keluarga, sudah mengerti ketika dijelaskan bahwa Inas dan Hafi anak ayah dan bunda, ayah anak oma dan opa sementara bunda anak mbah uti. Nah si Hafi yang belum mengerti selalu menjawab "Hafi anak .... (diisi dengan berganti-ganti nama barang yang dia liat). -_-'' atau bahkan "thothowi,,".

Inas yang sudah mengerti pun suka ganti-ganti kalo ditanyain "anak siapa", dia menjawab tergantung sikon. Ketika kepengen jalan-jalan dengan motor bersama ayah, maka dia menjadi "anak ayah", ketika sudah ngantuk dan kepengin tidur, maka dia menjadi "anak bunda". Terkadang ketika iseng dia menjawab "anak obiw (mobil)" atau "anak thothowi" hanya untuk mengejek adeknya.. =,)

Namanya juga anak-anak ya..hihihihihi..

Dan tadi malam, beberapa kali itu si Hafi bilang "Hapi anak dodolipet" dengan susah payah. :D

Friday, 20 March 2015

Sholat Jumat

Tadi siang saya makan bakso di seputaran Slipi. Warung baksonya ramai sekali, sampai-sampai banyak orang yang mengantri berdiri di luar warung sambil menunggu orang yang sudah selesai makan meninggalkan kursinya. Ramai sekali. Beneran ramai. Silih berganti orang duduk dan makan di sana.

Lalu saya ingat kalau hari ini adalah hari Jumat, dimana para muslim laki-laki punya kewajiban menjalankan ibadah sholat Jumat di masjid. Dan saya kemudian memandang satu per satu pelayan yang ada di warung itu, hampir semuanya laki-laki. Dengan cekatannya mereka mengisi mangkuk, mengedarkan mengkuk, mengisi gelas-gelas, mengedarkan gelas-gelas, mengambil piring-piring dan gelas kotor, mengelap meja dan mencuci alat-alat makan yang kotor.

Begitupun pengunjungnya, kira-kira setengahnya adalah laki-laki. Saya tidak tau mereka memeluk agama apa.
gambar dari sini

Pertanyaan saya cuman satu : Mereka ini gak pada jumatan ya?

Monday, 9 March 2015

Someone We Meet (3)

Kakek penjual kitiran.

Hari sudah beranjak malam ketika kami pulang dari rumah sakit untuk mengantar anak saya berobat. Sudah hampir jam 10 malam sepertinya. Di perjalanan pulang, motor kami menyalip seorang kakek-kakek yang mengendarai sepeda butut. Di sepedanya terpancang sebatang kayu yang menjadi tempat dia menancapkan banyak sekali kitiran bambu.
gambar dari sini

Kami pun berhenti, menunggu kakek itu sampai di hadapan kami. Tubuhnya renta, usianya sepertinya sudah kepala 7 atau 8. Giginya ompong. Tubuhnya kurus berbalut baju yang bertumpuk-tumpuk. Aku lihat dia memakai kaos kaki panjang kumal yang tebal (sepertinya didobel juga) dan juga sepatu belel.

Saya tanya berapa harga kitirannya, dia menjawab dengan sangat ramah dan ceria, "Lima ribuuuuu", memperlihatkan giginya yang ompong. Aku lihat matanya, mata yang menunjukkan bahwa dia bangga dan senang sekali melakukan pekerjaannya itu. Subhanallah...

Di usianya yang renta, dia tetap berusaha sekuat tenaga. Malam itu dingin, dengan terseok-seok dia mengayuh sepeda pancalnya. Dengan baju dan kaos kaki rangkap-rangkapnya, dinginpun dilawannya. Hebat.

Saya senang ketika dalam lanjutan perjalanan saya pulang, beberapa motor yang menyalip motor kami berlalu dengan meninggalkan bunyi-bunyian yang khas. Bunyi kitiran bambu itu. Rezeki untuk sang kakek.

Note :
Setelah saya googling, ternyata kitiran ini adalah mainan jadul khas Jepara. Kitiran ini terbuat dari bambu dan kertas minyak. Ketika berputar, baling-baling ini akan mengeluarkan suara yang khas,,tek tek tek tek tek tek tek,,,,
Bisa dilihat di sini atau di sini.

Friday, 6 March 2015

Someone We Meet (2)

Dalam perjalanan hidup kita, pasti banyak sekali orang yang kita temui. Beberapa bertahan lama dalam lingkaran kehidupan sehari-hari kita, beberapa hanya bertemu sesekali dan kebanyakan hanya bertemu sekali atau dua kali. Dalam sekali atau dua kali pertemuan itu, terkadang meninggalkan kesan yang tertanam dalam pikiran dan perasaan kita. Itulah salah satu tetesan ilmu dalam pelajaran hidup.

Ada seorang ibu-ibu penjual masakan siap santap yang sering kami lihat berjualan di sebuah kompleks perumahan. Ibu itu berjualan menggunakan sepeda motor. Di motornya terpasang gerobak yang isinya nasi, sayur, gorengan, es teh manis yang sudah dibungkus plastik, dan lauk-lauk lainnya. Target pasarnya adalah para kuli bangunan yang sedang membangun rumah di kompleks perumahan. Dia berjualan berkeliling menghampiri tempat para tukang itu menginap. Kebanyakan tukang-tukang itu menginap di rumah yang sedang mereka bangun, yang saat itu masih berupa bakal bangunan.

gambar dari sini
Saya sulit menemukan gambar yang mirip dengan motor dan gerobak ibu ini, dan saya juga belum sempat memotretnya sendiri. Gerobaknya mirip dengan gerobak tukang bubur ayam gitu lah,,tapi masakan yang dijualnya adalah nasi bungkus dan lauk pauk.


Saya sesekali berhenti untuk membeli dagangannya ketika bertemu ketika perjalanan pulang dari kantor. Masakannya enak dan murah. Suatu hari, ketika saya hendak membeli, ada seorang lelaki yang membantu ibu itu membawa sayur nangka muda untuk dituang di wadah yang terpasang di gerobaknya. Saya perhatikan lelaki ini masih muda, jauh lebih muda dibanding ibu penjual masakan ini. Saya pun membuka obrolan.

"Putrane, Bu?" - "Anaknya, Bu?"
"Bukan, itu suamiku. Hahahahahaha"
"Itu suamiku, emang dia itu lebih muda dari aku. Aku 48 dia 45".


Lalu berlanjutlah obrolan kami. Dari obrolan itu saya jadi tau kalo mereka sudah mempunyai tiga orang anak. Anak pertama bekerja di Korea. Saya berfikir pasti anak mereka ini menjadi TKI di sana. Ternyata bukan saudara-saudara. Anak mereka ini kerjanya aslinya di salah satu perusahaan pertambangan di Kalimantan, dan kebetulan saat ini sedang dikirim ke Korea untuk dinas luar di sana. O lala...

Anak kedua mereka sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya di Universitas Mercubuana. Anak ketiganya, baru menginjak kelas 2 SMA. Subhanallah ya...

Melihat penampilan ibu itu dan suaminya yang sederhana sekali saya salut mendengar ceritanya. Mereka peduli sekali dengan pendidikan anak-anaknya. Saya yakin jika kita mau, apapun bisa kita capai kok, tidak harus jadi pegawai yang bergaji tinggi, atau jadi pejabat yang bergigi, semua pasti bisa. Eh, buat yang pintar masak, bisa jadi peluang usaha nih :D

Bahkan Tukang Bubur Naik Haji pun tidak hanya ada dalam sinetron.

Thursday, 5 March 2015

Someone We Meet

Pada suatu hari, saya dan suami pengin ngemil malem-malem, 10 kali buka tutup kulkas tak ada perubahan sejak pertama kali dibuka, tetep ga ada cemilan. Okelah kami keluar rumah, berniat membeli martabak manis di pinggir jalan.

Sambil menunggu martabak dibuat, ada seorang bapak-bapak menghampiri kami. Usianya sekitar 50 tahunan, memakai baju batik, celana panjang hitam, kopyah dan berkacamata. Di tangannya dia memegang sebotol teh manis kemasan yang hampir kosong. Wajahnya tampak lelah dan mukanya berkeringat.

Bapak itu menanyakan apakah daerah Gondrong masih jauh dari sini (tempat saya beli martabak)? Suami saya bilang masih jauh. Lalu bapak itu menanyakan arahnya lalu kembali berjalan setelah suami saya menunjukkan arah ke Gondrong. Kami berpandangan, dia akan berjalan kaki ke Gondrong???

Dari tempat kami berdiri, untuk ke arah Gondrong itu masih jauh banget. Kami pun mengejar bapak itu untuk memberitahu bahwa untuk kesana sebaiknya naek angkot saja karena masih jauh banget. Dan apa yang dikatakannya?

"Iya mas nggak apa-apa. Saya jalan kaki saja kesana. Saya tadi udah jalan dari stasiun Sudimara ke sini (tau nggak, itupun udah jauh bangettt), soalnya saya kehilangan dompet saya di kereta. Saya sempat makan di warteg, tapi begitu mau bayar, saya baru sadar kalo dompet saya sudah gak ada."
gambar dari sini

Kami berdua berpandangan lagi. Kasihan.

Sepanjang jalan pulang kami jadi membahas topik betapa teganya para copet itu. Mereka tidak memikirkan bagaimana nasib korbannya. Iya kalo korbannya punya HP lalu bisa menghubungi sanak saudaranya untuk menjemput, kalau tidak? Iya kalau dia kuat berjalan dan tau arah pulang, kalau tidak? Berbagai kemungkinan kami bahas sambil sesekali mengehujat copet-copet yang tidak punya hati itu.

Coba bagaimana kalau yang menjadi korban itu kakek nenek kita? Orang tua kita? Anak-anak kita? Saudara-saudara kita? Bagaimana kalo yang diambil gak cuma dompet, tapi beserta tas, HP dan lainnya? Astaghfirullah al adzim,,,lindungilah kami dari kejahatan ya Allah... Amiiin