Wednesday, 25 October 2017

Sikap

Kemarin di timeline media sosial saya ramai tentang perusahaan ekspedisi yang mengadakan gathering namun menyajikan minuman keras disana. Selain itu ditampilkan juga video dimana ada beberapa tamu (atau petinggi perusahaan?) yang sampai mabuk di acara itu. Lalu ramai-ramai banyak yang mengambil sikap untuk berhenti menggunakan ekspedisi tersebut.

Beberapa postingannya tentang pernyataan sikap, namun ada juga yang berupa pernyataan sikap dan "ajakan tersirat" kepada orang lain untuk juga berhenti menggunakan ekspedisi tersebut.

Saya hampir setiap hari mengirimkan barang entah itu barang pribadi atau dagangan untuk dikirimkan ke customer. Dulu saya merasa agak repot ketika harus mengantarkan barang ke kantor ekspedisi yang saya gunakan. Sampai suatu ketika perusahaan ini muncul, dimana dia memberikan layanan jemput barang tanpa minimal paket. Saya merasa sangat terbantu, dan alhamdulillah selama ini dari sekian banyak transaksi hanya ada 2 paket yang bermasalah dalam pengiriman. Selebihnya, barang datang sesuai prediksi atau kadang lebih cepat.

Begitu ramai tentang acara gathering itu kemarin, ada yang bertanya kepada saya, apakah masih akan menggunakan ekspedisi tersebut?

Saya jawab iya. Karena kelakuan pimpinan perusahaan atau tamu mereka itu tidak mengganggu saya, apalagi dalam hal ini saya tidak melihat langsung kejadian (situasi dan kondisinya) dan hanya membaca dari media sosial yang sumbernya adalah "hanya 2 akun" yang dishare banyak orang. Kedua, saya pun tidak sebegitu detail juga terkait acara-acara atau kegiatan atau visi misi perusahaan ekspedisi lain yang ada di lingkungan saya yang lain (selain ekspedisi ini). Ketiga, ilmu saya mungkin belum sampai untuk hal muamalah ini, jadi saya akan belajar terus insyaallah.

Selama ini saya menggunakan semua ekspedisi yang ada di lingkungan saya kok, tergantung mana yang mudah saya jangkau, jadi sikap saya adalah tetap seperti itu. Hehe. Tetap menggunakan ekspedisi apa saja sepanjang mudah saya jangkau dan bisa membantu saya mengirimkan barang saya kepada penerima. Begitu.

Dan saya tidak akan mengajak atau melarang siapapun untuk memakai ekspedisi mana :)

"Dari
penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa keputusan memberlakukan
boikot, atau yang sering disebut dengan istilah embargo, adalah wewenang
pemerintah Muslim. Ada pun masyarakat biasa, siapa pun orangnya, tidak
dibenarkan berbuat lancang mendahului keputusan pemerintahnya, agar
tidak terjadi kekacauan karena lepas kontrol. Wallahu Ta’ala a’alam bisshawab."
Dikutip dari sini.

"Boleh melakukan transaksi dengan mereka dalam perdagangan, sewa menyewa dan jual beli barang, selama alat tukar, dan barangnya dibenarkan menurut syari’at Islam."
Dikutip dari sini.

Pentingnya Informasi Alergen

Sebagian kecil dari manusia yang ada di bumi ini memiliki alergi atau resisten terhadap sesuatu. Anak saya salah satunya sejauh ini yang kami ketahui memiliki alergi terhadap susu dan produk-produk turunannya. Dia tidak bisa memakan atau bahkan bersentuhan dengan bahan-bahan yang mengandung susu dan semua produk turunannya.

Kalau bersentuhan efeknya apa? Pada anak saya, kalau sekedar bersentuhan saja efeknya adalah gatal-gatal dan bentol kemerahan. Kalau sampai termakan, efeknya lebih dahsyat, mulai dari mulut dan mata bengkak merah berair yang rasanya panas dan gatal, sampai ke diare, muntah-muntah dan pernafasan sesak karena tertutup lendir. Sedih ya. Karena itulah sejak bayi saya rajin membaca label semua produk yang saya beli.

Nah, tadi malam di media sosial saya mengunggah postingan tentang salah satu produk durian beku yang di labelnya mencantumkan komposisi hanya daging durian. Merasa aman dengan produk tersebut saya memberikannya untuk anak saya. Saya beli di dekat kantor saya lalu saya bawa pulang ke rumah sebagai oleh-oleh.

Ini cerita saya :
--------------------------------------
Hari ini pulang kantor bawa oleh-oleh b**duren buat upin ipin. Gue baca komposisi : daging durian. Oke, aman lah ga ada susunya..cuss..

Sampai rumah adeknya udh tidur. Tinggal si kakak.

B : assalamualaikum. Bunda bawa duriaan!!

I : apakah rasanya seperti durian?


B : iya dong, kan ini durian beku

I : apakah aku bisa cobain? 😯😯

B : iya bisa lah, ayo kita icip..

Karena perjalanan dari kantor ke rumah cukup lumayan...b**durennya udh cair..jd gue colekin b**duren yg nempel di tutupnya seuprit buat diicip si kakak. Bener bener seuprit. Trus b**durennya gue tutup dan masukin ke freezer biar beku lagi.

I : waaah..rasanya seperti durian 😄

B : ya emang ini durian kaakk.. kakak suka durian?

I : iyaa 😄😄

Semenit kemudian. Si kakak lompat2, meringis sambil megangin bibir.

I : bunda, mulutku panas sekali.. 😧😧

B : coba sini bunda lihat 😨😨

Beneerr..bibirnya mulai bengkak 😭😭😭
Waduuhh..

Ngubek2 kulkas bentar, ada cetirizine. Langsung gue minumin tuh obat. Alhamdulillah langsung kempes 😢😢

Yg alergi susu sapi, kalau mau cobain b**duren colekin dulu ya..
Soalnya melihat reaksi begini gue sih menduga ada kandungan susunya.. 😐😐
Soalnya anak anak tuh dah beberapa kali makan durian asli dan tidak kenapa kenapa..
--------------------

Setelah postingan itu mulai rame, ada dua orang yang mengatasnamakan produsen produk tersebut yang mengirimkan komentar di postingan saya tersebut. Mereka meminta maaf sekaligus berterima kasih karena telah diberikan informasi dan masukan serta klarifikasi bahwa ternyata benar, pada produk tersebut terdapat kandungan susu yang mereka gunakan sebagai penstabil rasa untuk jaminan rasa dan kualitas produknya.

Well, trus kenapa gak dicantumkan???

Setau saya, ada aturan BPOM tentang apa saja yang harus dicantumkan dalam kemasan makanan olahan yang salah satunya adalah kandungan alergen.

Ini sangat penting karena alergi itu kalau sudah parah bisa mengakibatkan kematian. Bahkan di film-film detektif tentang kejahatan, informasi alergi seseorang bisa dipakai untuk menyusun rencana pembunuhan. Misalnya ingin membunuh orang yang memiliki alergi kacang, tinggal kasih dia makanan berkacang. Misal untuk berbuat jahat pada orang yang alergi serbuk bunga, tinggal kirim karangan bunga. Begitu gawatnya masalah ini.

Untuk produsen makanan yang sudah besar, biasanya sudah mencantumkan informasi alergen ini di kemasan-kemasan produknya. Namun untuk perusahaan kecil dan UMKM biasanya belum mencantumkan, at least kalau dia menuliskan komposisi lengkap produknya, itu sudah bisa meminimalisir kemungkinan termakan oleh orang yang alergi. Bagaimana jika komposisinya pun tidak lengkap?

Semoga ke depannya produsen makanan olahan semakin aware dengan informasi penting seperti ini. Dan instansi pengawas terkait juga semakin giat memberikan arahan kepada masyarakat tentang pentingnya pencantuman informasi alergen ini.

Sekian curhatan ibu-ibu yang tau gimana rasanya panik anaknya pernah bernafas seperti ikan di daratan gara-gara alergi,
yang tahu gimana rasanya sesak karena ngeliat anaknya pernah menangis tapi bingung harus gimana karena panas gatel sekujur tubuh gara-gara alergi.

:)

Monday, 23 October 2017

Bakso Beranak

Ada yg kangen sama cerita upin ipin. Nih dikasih 👧👧

Tadi pulang kantor hujan, mampir JnT ngirim pesenan sambel. Suami nunggu juragan sambel sambil beli bakso yg lewat. Ternyata, itu bakso beranak. Waaahh..saya ingat upin ipin belum pernah nih makan bakso beranak, yowes bungkus 3 deh buat upin, ipin dan kak ros..

Sampai rumah :
B : bunda bawa bakso beranaakk!

U : waaahhh..apakah ada anaknya? 😨😨

B : iya doongg

I : apakah anaknya keciiillll? 😯😯

B : iyalaahh

U : apakah baksonya melahirkan? 😕😕

B : iya, nanti kita bedah dulu yaa... (sambil belahin bakso)

I : waah baksonya seperti bundaaaa!! Baksonya melahirkan seperti bundaaa!! 😄😄😄

U : bunda, bakso itu hidupnya dimana?

B : di panci

U : kenapa sekarang di potong diam saja, apakah sudah meninggal?

B : iya kan sudah direbus

I : apakah telur juga hidupnya di panci? Kok di baksonya juga melahirkan telur..

B : hmm....bisa juga..

I : bunda, potongkan ibunya bakso

B : anaknya sudh dimakan?

I : belum, aku baru makan bayinya, kalau anaknya belum dimakan!
(bayi itu yg di dalam, anak yg kecil di luar 😂😂😂)

U : bunda, apakah baksonya itu seperti kita?

I : iyaa..baksonya dilahirkan sama bundanya seperti kita

B : 😌😌😌😌😌😌

Dan satu porsi semangkok besar bakso, masing-masing anak habis lho..

Akhir kata :
"Bunda, nanti kita beli bakso beranak lagi yaaaa!"

😘😘😘😘

Daya Tahan

Someday, ada yang cerita pada saya. Tentang suaminya yang tidak bertindak sebagaimana layaknya suami. Sering berkata kasar bahkan mengusir dia dari rumah.

Mungkin kalian berfikir, suaminya berlaku demikian karena dia banyak uang? No. Bahkan suaminya ini juga ternyata tidak memberi istri dan anak-anaknya nafkah yang layak. Istrinya ini banting tulang mencari uang dengan melakukan apa saja, ojek, dagang, semua dilakoninya.

Sering kali si istri harus tidur di gudang karena dia terkunci di luar. Sementara suaminya? Ya jelas tidur di dalam kamarnya.

Dalam posisi seperti itu, si istri tetap mau bertahan. Daya tahannya kuat sangat.

Saya pun tidak habis pikir, apa yang diharapkan dari suami macam itu, tapi dia tidak. Dia bilang, "kalau kamu ada di posisi aku, mungkin kamu juga akan bertahan".

Hmm..apakah suaminya dekat dengan anak-anaknya? Ho, ternyata tidak juga.
Apakah suaminya baik dan dekat dengan orang tua istri? Apalagi itu, ternyata sama sekali tidak.

Aduh.

Mungkin daya tahanku memang gak sebesar dia.

Saturday, 21 October 2017

Maida

Maida, hidup ini tidak rumit
Cukup kamu sadar sedikit
Bahwa untuk bahagia itu tidaklah sulit

Maida, hidup itu bukan tentang cantik
Karena apapun bagiku kamu cantik
Dan jelek itu hanya kiasan!

Maida, lelah itu sudah niscaya
Tak usah kau membuatnya semakin terasa
Dengan mengeluhkannya kemana-mana

Maida, cukupkan keluhanmu sampai sini
Tak ada lagi jawabku kini
Kalau kau ingat umur
Cukupkan dengan sabar dan syukur

Maida,
Akupun tak pernah sesabar ini
Tapi mendengarmu
Aku merasa dikuliti

Maida,
Terima kasih dan terimalah kasihku

Jalan Itu Banyak

Asalnya adalah kalimat "Banyak Jalan Menuju Roma", jadi jalan itu banyak. Dan dengan adanya banyak sekali jalan itu, alternatif rutenya tentu sangat banyak. Satu yang pasti, tidak semua jalan yang ada harus dan bisa kita lewati. Fyuh, panjang ya?

Intinya, dalam hidup ini kita punya rute kita masing-masing. Dan kita tidak mungkin melewati semua rute yang ada di kehidupan ini. Jadi, nikmati saja rutemu, supaya ketika kamu sampai di tujuanmu nanti, kamu akan bangga, punya kenangan dan seluruh waktumu bisa kamu pertanggungjawabkan.

Bayangkan jika kita berjalan di rute kita, tetapi pandangan kita fokus memperhatikan rute orang lain. Kita sibuk melihat orang lain menjalani rutenya, sampai kita tidak tau pemandangan indah yang ada di sepanjang rute kita sendiri. Kita tidak tahu betapa sejuknya lindungan pohon-pohon yang ada di rute kita, bahkan kita pun tidak tahu, di seberang sana ada seseorang yang iri melihat enaknya rute kita.

Aduh malah terlalu panjang saya membahas rute.

Sebetulnya saya cuma mau menyampaikan, ketika kamu berniat untuk diet, ingatlah bahwa di dunia ini ada banyak sekali makanan. Dan kita tidak harus menikmati semua makanan yang ada itu. Pilih makanan yang halal lagi BAIK. Ingat, jangan sekedar halal, tetapi juga BAIK!!

Mengantarnya Ke Alamnya

Di kampungku, seperti halnya di kampung-kampung di Pulau Jawa, masih banyak mitos dan kepercayaan terkait orang yang meninggal dunia. Banyak mitos, banyak juga adat istiadatnya, salah satunya adalah selamatan pada hari-hari tertentu setelah salah satu kerabat meninggal dunia. Selamatan dilaksanakan pada hari ke-3, hari ke-7, hari ke-40, hari ke-100, setahun, dua tahun dan terakhir hari ke-1000. Terhitung 7 kali selamatan di luar tahlilan dari hari pertama sampai hari ke-7.

Selamatan biasanya dilaksanakan malam hari, dimulai habis maghrib atau habis isya dan berlangsung kurang lebih satu jam. Acara dimulai dengan tahlil, wirid lalu diakhiri dengan doa-doa.

Untuk selamatan itu, keluarga almarhum/almarhumah harus menyiapkan binat (uang), rokok, minuman, makanan yg disantap di tempat (snack dan makan besar), serta makanan yg dibawa pulang (berkat). Lumayan menguras kantong karena biasanya jumlah undangan kurang lebih sekitar 100 orang. Contoh susunan menunya adalah, begitu datang tamu disuguh rokok dan minuman komplit dengan snack beberapa macam. Setelah acara selesai, tamu disuguh makan besar misalnya nasi soto ayam. Setelah itu tamu diberikan "berkat" untuk dibawa pulang. Berkat itu sendiri terdiri dari nasi, lauk pauk komplit (mie goreng, oseng buncis, tempe orek, ayam goreng, tahu kecap, serundeng, rempeyek/krupuk, kue apem, telur rebus/ceplok).

Mereka berkeyakinan, pada hari-hari itu almarhum/almarhumah pulang kembali ke rumahnya. Harapannya, ketika dia pulang, keluarganya sedang mengingat dia, sedang bersedekah untuk dia. Dan nanti setelah 1000 hari, dia akan benar-benar kembali ke alam selanjutnya.

Beberapa kali saya pulang kampung untuk menghadiri acara-acara selamatan ini. Dan saya takjub, bukan hanya acaranya itu sendiri yg menjadi adat, bahkan sajiannya juga! Wow. Suatu saat saya lihat keluarga almarhum menyiapkan es untuk tamu, alasannya karena adat disana begitu, tamu disuguhi es! Hahaha.

Satu hal yang membuat saya sedih dengan adat ini adalah ketika keluarga almarhum kondisi ekonominya kurang. Mereka sampai menjual harta benda demi menyelenggarakan selamatan yang berkali-kali itu. Mereka memaksa mengadakan "sesuai adat" demi menghindari omongan dan perlakuan aneh tetangganya. Miris, bro, sis.

Di satu sisi, adat ini bagus untuk mempererat silaturahmi, membudayakan sedekah dan mengingatkan kita untuk terus berbakti. Tapi di sisi lain, untuk keluarga yang tidak mampu, adat ini seperti hukuman, ibaratnya sudahlah jatuh ditimpa tangga. Sedih.

But, itulah adat istiadat di sana, buat merubah semua itu mungkin bisa, tetapi tidak mudah, mungkin mendekati mustahil. Saya nggak tahu sampai kapan adat ini akan dijalankan di sana, but now, saya menikmati sangat, walaupun kadang berat.

Ditulis untuk memenuhi tantangan #ODOP.