Remot AC kamarku rusak. Copot berkeping-keping. Mau beli lagi harganya 45 ribu rupiah. Jadi...suamiku tercinta berkreasi...mengubah remotnya menjadi seperti ini...
Membuat baterainya jadi seperti ini ...
Lalu jadilah pasangan ini :
Dan remotku pun bisa jadi lagi. Dan AC pun menyala kembali. Happy sleeping. :-*
Tuesday, 6 May 2014
Tanpa Kata-Kata - "Sekolah dan Persiapannya" :)
Foto di atas adalah jepretan pada hari Minggu malam. Terus seperti itu sampai suganteng Inas tertidur bersama sepatu dan tas sekolahnya. Saking seneng besok mau daftar PAUD. :*
Di sekolah. Duduk paling belakang (setiap kali bundanya mindahin mejanya ke depan, Inas menarik kembali mejanya jadi posisi ini lagi). Dan dia lebih sibuk garuk-garuk dan plarak-plerek dibanding ngedengerin ibu gurunya. Wkwkwkwk. Yah, namanya juga hari pertama sekolah getooo...
Inas, 3 tahun 1 bulan
Yang pinter ya, Nak,,, We Love You,,,,
Friday, 2 May 2014
Melamun
Sore itu aku melamun, karena yang membonceng aku bukanlah yang biasa. Bukan suamiku. Jadi aku lebih banyak diam. Dan melamun.
Namanya sedari dua jam yang lalu aku ingat-ingat tetap saja tidak ingat. Matanya yang kecil, hidungnya yang kecil, bibirnya yang kecil (eh??), giginya yang tidak rapi, tawanya yang kencang, jalannya yang miring seperti orang keberatan beban, semua aku ingat. Bahkan aku ingat cara dia memakai jilbab yang asal pakai. Tapi siapa namanya? Aku ingat betul, dia teman sekelasku waktu aku kelas 3 SMA dulu. Gak terlalu akrab memang, tapi dia pernah memberiku saran untuk nama penaku. Mirza.
Bukan. Namanya bukan Mirza, sama sekali bukan. Mirip pun tidak. Aku belum ingat namanya sampai saat aku selesai makan malam saat ini. Aku ingat, ibunya adalah salah satu guru di SMA-ku itu. Guru biologi. Ah bukan, putri guru biologi namanya Kurnia, dan dia bukan. Sama sekali bukan. Bahkan mirip pun tidak. Ah ya, ibunya guru matematika, namanya bu Iput. Ah,,sepertinya bukan Iput. Guru berjilbab dengan postur mungik dan wajah kecil tirus. Hey benar, bukan Iput,,tapi ah,,siapa pula nama ibunya itu. Mirip-mirip dengan kata Iput sepertinya. Tapi aku tidak mengingatnya. Kini dua nama jadi utang otakku. Modalnya satu. Mirza.
Waktu itu aku begitu senang menulis, tapi aku tidak menulis. Aku hanya membaca cerita-cerita yang ditulis Erma, teman sekelasku, dan kadang-kadang sok menulis cerpen yang ala-ala majalah Aneka. Ya, aku bahkan lupa aku meminjam majalah Aneka dari siapa, tapi aku ingat aku banyak membaca majalah itu. Betul, majalah remaja. Isinya tentang cinta. Kadang sampai kadang tak sampai, tapi tidak ada terong dan cabe, tidak pula pembunuh berdarah dingin. Yang ada hanya cinta muda, cemburu, sedih dan akhirnya saling suka. Iya betul, ilustrasinya biasanya gambar cewek atau cowok yang cantik dan ganteng, mirip artis muda, bisa siapa saja.
Lalu suatu hari aku sok-sokan mengarang nama pena, alternatifnya daftarnya panjang. Dan ketika itulah dia ada disana, di sampingku dan bertanya aku sedang apa. Lalu dia baca daftar yang aku buat itu. "Ini yang paling bagus", katanya. Mirza. "Coba kau ucapkan!", katanya padaku. Lalu aku mengucapkannya. "Mirza". Dan sepertinya, otakku menandai memori tentang dia dengan nama itu. Mirza. Dan kini aku mengais-ais ingatan, mencari namanya yang tak kunjung ingat. Mirza, Kurnia, Eka, Dewi, Tia, Rahma, Ega, Dhesty, Ninda. Ah bukan, Sitta,,Sitha,,ah ya! Namanya Cita!
Tak salah lagi namanya Cita. Dan ibunya? Ah ya, ibunya bernama Irul. Bu Irul. Lalala Yeyeye...
Sekarang malah aku kembali mengingat-ingat, kenapa sedari tadi aku keukeuh mencoba mengingat-ingat namanya. Kenapa tiba-tiba aku ingat wajahnya. Bukan, aku bukan penggemarnya. Aku masih mengingat-ingat urut-urutan kerja otakku seharian ini. Ada hubungannya dengan buku. Ada hubungannya dengan cerpen. Ah ya! Aku yang baru menyadari bahwa banyak temanku yang menjadi penulis, mendadak teringat sama Erma. Lalu Mirza. Lalu wajah itu. Lalu aku tidak ingat namanya. Lalu seharian ini aku mencoba mengingat namanya. Cita Kharisma! Ajaib! Bahkan sekarang aku jadi ingat nama lengkapnya.
Lalu tiba-tiba aku sadar. Aku sama sekali belum menghubungi Erma, nama yang pertama kali kuingat hari ini. Dan menyuruhnya menjadi penulis. Seperti ide yang muncul pertama di otakku tadi ketika mengingat namanya.
Kau tau, semua ini hanya ada di kepalaku. Tak ada yang aku ucapkan sepatah katapun. Bahkan suamiku juga mungkin belum pernah mendengar ada temanku yang bernama Erma, atau Cita.
Namanya sedari dua jam yang lalu aku ingat-ingat tetap saja tidak ingat. Matanya yang kecil, hidungnya yang kecil, bibirnya yang kecil (eh??), giginya yang tidak rapi, tawanya yang kencang, jalannya yang miring seperti orang keberatan beban, semua aku ingat. Bahkan aku ingat cara dia memakai jilbab yang asal pakai. Tapi siapa namanya? Aku ingat betul, dia teman sekelasku waktu aku kelas 3 SMA dulu. Gak terlalu akrab memang, tapi dia pernah memberiku saran untuk nama penaku. Mirza.
Bukan. Namanya bukan Mirza, sama sekali bukan. Mirip pun tidak. Aku belum ingat namanya sampai saat aku selesai makan malam saat ini. Aku ingat, ibunya adalah salah satu guru di SMA-ku itu. Guru biologi. Ah bukan, putri guru biologi namanya Kurnia, dan dia bukan. Sama sekali bukan. Bahkan mirip pun tidak. Ah ya, ibunya guru matematika, namanya bu Iput. Ah,,sepertinya bukan Iput. Guru berjilbab dengan postur mungik dan wajah kecil tirus. Hey benar, bukan Iput,,tapi ah,,siapa pula nama ibunya itu. Mirip-mirip dengan kata Iput sepertinya. Tapi aku tidak mengingatnya. Kini dua nama jadi utang otakku. Modalnya satu. Mirza.
Waktu itu aku begitu senang menulis, tapi aku tidak menulis. Aku hanya membaca cerita-cerita yang ditulis Erma, teman sekelasku, dan kadang-kadang sok menulis cerpen yang ala-ala majalah Aneka. Ya, aku bahkan lupa aku meminjam majalah Aneka dari siapa, tapi aku ingat aku banyak membaca majalah itu. Betul, majalah remaja. Isinya tentang cinta. Kadang sampai kadang tak sampai, tapi tidak ada terong dan cabe, tidak pula pembunuh berdarah dingin. Yang ada hanya cinta muda, cemburu, sedih dan akhirnya saling suka. Iya betul, ilustrasinya biasanya gambar cewek atau cowok yang cantik dan ganteng, mirip artis muda, bisa siapa saja.
Lalu suatu hari aku sok-sokan mengarang nama pena, alternatifnya daftarnya panjang. Dan ketika itulah dia ada disana, di sampingku dan bertanya aku sedang apa. Lalu dia baca daftar yang aku buat itu. "Ini yang paling bagus", katanya. Mirza. "Coba kau ucapkan!", katanya padaku. Lalu aku mengucapkannya. "Mirza". Dan sepertinya, otakku menandai memori tentang dia dengan nama itu. Mirza. Dan kini aku mengais-ais ingatan, mencari namanya yang tak kunjung ingat. Mirza, Kurnia, Eka, Dewi, Tia, Rahma, Ega, Dhesty, Ninda. Ah bukan, Sitta,,Sitha,,ah ya! Namanya Cita!
Tak salah lagi namanya Cita. Dan ibunya? Ah ya, ibunya bernama Irul. Bu Irul. Lalala Yeyeye...
Sekarang malah aku kembali mengingat-ingat, kenapa sedari tadi aku keukeuh mencoba mengingat-ingat namanya. Kenapa tiba-tiba aku ingat wajahnya. Bukan, aku bukan penggemarnya. Aku masih mengingat-ingat urut-urutan kerja otakku seharian ini. Ada hubungannya dengan buku. Ada hubungannya dengan cerpen. Ah ya! Aku yang baru menyadari bahwa banyak temanku yang menjadi penulis, mendadak teringat sama Erma. Lalu Mirza. Lalu wajah itu. Lalu aku tidak ingat namanya. Lalu seharian ini aku mencoba mengingat namanya. Cita Kharisma! Ajaib! Bahkan sekarang aku jadi ingat nama lengkapnya.
Lalu tiba-tiba aku sadar. Aku sama sekali belum menghubungi Erma, nama yang pertama kali kuingat hari ini. Dan menyuruhnya menjadi penulis. Seperti ide yang muncul pertama di otakku tadi ketika mengingat namanya.
Kau tau, semua ini hanya ada di kepalaku. Tak ada yang aku ucapkan sepatah katapun. Bahkan suamiku juga mungkin belum pernah mendengar ada temanku yang bernama Erma, atau Cita.
Tuesday, 29 April 2014
Tips Kecil di Dapur
Haloo,,,,
Uhuk-Uhuk! Uhuk!
Ya ampuunn,,ampe berdebu gini blognya...hmmm....
*ambil kemoceng,,sret! sret! sret!
Udah lumayan....Taruh bunga biar lebih ciamik,,, :D
Hari ini gue mau sharing tips...apakah itu?
Berawal dari tadi pagi. Bangun tidur, setelah sholat subuh langsung buka kulkas, liat2 bahan apa yang bisa dimasak dengan cepat pagi ini.
Tampaklah seplastik kelapa parut di chiller. Hmm,,,pasti deh udah asem ini kelapa,,,
Maka :
Tips 1
Kalo mau menyimpan kelapa parut untuk waktu yang lama (lama means lebih dari sehari), caranya adalah, bungkus rapat2 kelapa parut Anda. Kalo gue, gue biasa menyimpan kelapa parut dengan takaran sekali pakai dalam plastik, trus gue iket pakai karet. Kemudian simpan di freezer. Yups freezer, jangan di kulkas, apalagi di udara luar,,, Soalnya kelapa parut itu gampang sekali asam sodara-sodara.
Tapi kalo beli paginya, buat masak nanti sorenya,,simpen di kulkas aja insyaallah fine..
Setelah membuka kulkas, gue liat dandang yang masih nangkring di atas kompor. Olala,,,itu kan kemaren gue ngukus ikan pindang keranjang...Gue liat ikannya masih dalam kondisi oke banget, ga mau, ga berair,,
Bagi yang belum tau pindang keranjang yang gue maksud, ini gambarnya.
Hm,,,beklah..
Tips 2
Kalo mau menyimpan ikan pindang untuk waktu yang lama, (gue beli pindang itu hari minggu pagi), kalo khawatir pindangnya jadi jelek or bau,,,pakai tips gue. Habis beli, jika tak langsung dimasak hari itu, masukkan ke dalam kulkas. Besoknya, kalo ga kemasak lagi,,, :D masukkan ikan bersama keranjangnya ke dalam dandang yang udah diisi air. Kukus kira2 20 menit. Oke deh,,,
Besoknya kalo ga kemasak lagi,,,, Jual aja itu ikan! >,<
Eh nggak juga ding, kalo emang mau dimasaknya seminggu kemudian, simpen aja di freezer,, :)
Oke, sekian tips dari gue. Dan sudah gue terapkan.
Sekian.
Uhuk-Uhuk! Uhuk!
Ya ampuunn,,ampe berdebu gini blognya...hmmm....
*ambil kemoceng,,sret! sret! sret!
Udah lumayan....Taruh bunga biar lebih ciamik,,, :D
Hari ini gue mau sharing tips...apakah itu?
Berawal dari tadi pagi. Bangun tidur, setelah sholat subuh langsung buka kulkas, liat2 bahan apa yang bisa dimasak dengan cepat pagi ini.
Tampaklah seplastik kelapa parut di chiller. Hmm,,,pasti deh udah asem ini kelapa,,,
Maka :
Tips 1
Kalo mau menyimpan kelapa parut untuk waktu yang lama (lama means lebih dari sehari), caranya adalah, bungkus rapat2 kelapa parut Anda. Kalo gue, gue biasa menyimpan kelapa parut dengan takaran sekali pakai dalam plastik, trus gue iket pakai karet. Kemudian simpan di freezer. Yups freezer, jangan di kulkas, apalagi di udara luar,,, Soalnya kelapa parut itu gampang sekali asam sodara-sodara.
Tapi kalo beli paginya, buat masak nanti sorenya,,simpen di kulkas aja insyaallah fine..
Setelah membuka kulkas, gue liat dandang yang masih nangkring di atas kompor. Olala,,,itu kan kemaren gue ngukus ikan pindang keranjang...Gue liat ikannya masih dalam kondisi oke banget, ga mau, ga berair,,
Hm,,,beklah..
Tips 2
Kalo mau menyimpan ikan pindang untuk waktu yang lama, (gue beli pindang itu hari minggu pagi), kalo khawatir pindangnya jadi jelek or bau,,,pakai tips gue. Habis beli, jika tak langsung dimasak hari itu, masukkan ke dalam kulkas. Besoknya, kalo ga kemasak lagi,,, :D masukkan ikan bersama keranjangnya ke dalam dandang yang udah diisi air. Kukus kira2 20 menit. Oke deh,,,
Besoknya kalo ga kemasak lagi,,,, Jual aja itu ikan! >,<
Eh nggak juga ding, kalo emang mau dimasaknya seminggu kemudian, simpen aja di freezer,, :)
Oke, sekian tips dari gue. Dan sudah gue terapkan.
Sekian.
Friday, 11 April 2014
Ide Menghabiskan Wiken!!!
Wehehehe,,,
Oke, ini ponting tematik pertama gue. Hari Jumat. Ide menghabiskan wiken.
Untuk wiken yang biasa, bolehlah kita habiskan dengan tidur-tiduran sampai siang, bangun-bangun langsung makan, mandi and keluar cuci motor, sorenya nongkrong2 di depan tivi, hari minggunya belanja bulanan/mingguan. Selesai deh wiken kita yang biasa. Hehe
Untuk wiken luar biasa, maka kita harus merencanakan dengan sebaik-baiknya. Meskipun kadang rencana tidak berjalan sesuai keinginan, minimal ada bekasnya. Misalnya bekasnya ya rencana itu sendiri. #eh
Beklah, untuk wiken ini, gimana kalo kita rencanakan untuk berkebun dan menghabiskan satu buah novel?
Jadi disamping momong 2 balita, memasak dan nyuci motor, ada kegiatan lain yang di luar kebiasaan. Yaitu berkebun dan baca novel.
Pertama baca novel.
Kalo gue, gue berencana membaca ulang novel terunyu abad ini. Apaan tuh? Hehe. Ini novel keren karya temen sekamar gue jaman kuliah dulu. Gue memang udah ngefans sama penulisnya jauh sebelum dia menelurkan sebuah buku.
Entah gimana caranya, setiap kali dia menulis kalimat, kalimat itu akan berasa keren. Ciyus.
Kalo kalian kebetulan nemu buku ini di toko buku, coba deh diintip, sekalian dibeli juga oke banget,,, Ntar kalian bakal ngerasa seperti membaca novel terjemahan. Hihihihi. Padahal penulisnya aseli dari Indramayu Jawa Barat, tapi kayak yang nulis itu bule,,,wekekekeke.
Gue udah baca novel ini ketika masih draft, pun udah baca ketika udah jadi buku. Tapiiiiiiii,,,gue berencana baca ulang nih, supaya gue bisa kasih review buat buku sahabat gue ini. Ini penampakan bukunya :)
Kedua berkebun.
Keasyikan berkebun bisa menghabiskan hampir seharian waktu lho. Kalo bingung mau nanem apa or gimana caranya, bisa belajar di sini
Gue bukan reseller or ngiklanin web itu sih, haha, tapi karena memang gue dan temen sekantor gue habis beli benih di sana. Ga mahal, cukup Rp 1000 aja kok,, Dan jenisnya macem-macem.
Nih daftar benih-benih seribuannya : http://petanirumahan.net/stok-benih-eceran/
Oke teman-teman, semoga idenya membantu, selamat berlibur yaaaaaaaaa.... :)
Sampai ketemu di ide wiken berikutnya!!
Oke, ini ponting tematik pertama gue. Hari Jumat. Ide menghabiskan wiken.
Wiken bersama anak-anak tetaplah paling oke!
Untuk wiken yang biasa, bolehlah kita habiskan dengan tidur-tiduran sampai siang, bangun-bangun langsung makan, mandi and keluar cuci motor, sorenya nongkrong2 di depan tivi, hari minggunya belanja bulanan/mingguan. Selesai deh wiken kita yang biasa. Hehe
Untuk wiken luar biasa, maka kita harus merencanakan dengan sebaik-baiknya. Meskipun kadang rencana tidak berjalan sesuai keinginan, minimal ada bekasnya. Misalnya bekasnya ya rencana itu sendiri. #eh
Beklah, untuk wiken ini, gimana kalo kita rencanakan untuk berkebun dan menghabiskan satu buah novel?
Jadi disamping momong 2 balita, memasak dan nyuci motor, ada kegiatan lain yang di luar kebiasaan. Yaitu berkebun dan baca novel.
Pertama baca novel.
Kalo gue, gue berencana membaca ulang novel terunyu abad ini. Apaan tuh? Hehe. Ini novel keren karya temen sekamar gue jaman kuliah dulu. Gue memang udah ngefans sama penulisnya jauh sebelum dia menelurkan sebuah buku.
Entah gimana caranya, setiap kali dia menulis kalimat, kalimat itu akan berasa keren. Ciyus.
Kalo kalian kebetulan nemu buku ini di toko buku, coba deh diintip, sekalian dibeli juga oke banget,,, Ntar kalian bakal ngerasa seperti membaca novel terjemahan. Hihihihi. Padahal penulisnya aseli dari Indramayu Jawa Barat, tapi kayak yang nulis itu bule,,,wekekekeke.
Gue udah baca novel ini ketika masih draft, pun udah baca ketika udah jadi buku. Tapiiiiiiii,,,gue berencana baca ulang nih, supaya gue bisa kasih review buat buku sahabat gue ini. Ini penampakan bukunya :)
Keasyikan berkebun bisa menghabiskan hampir seharian waktu lho. Kalo bingung mau nanem apa or gimana caranya, bisa belajar di sini
Gue bukan reseller or ngiklanin web itu sih, haha, tapi karena memang gue dan temen sekantor gue habis beli benih di sana. Ga mahal, cukup Rp 1000 aja kok,, Dan jenisnya macem-macem.
Nih daftar benih-benih seribuannya : http://petanirumahan.net/stok-benih-eceran/
Oke teman-teman, semoga idenya membantu, selamat berlibur yaaaaaaaaa.... :)
Sampai ketemu di ide wiken berikutnya!!
Subscribe to:
Posts (Atom)






























