Tuesday, 17 February 2015
Hujan
Aroma Jeruk
Aroma Jeruk
Apa yang terbayang di kepala teman-teman ketika mencium aroma jeruk? Permen? Sirup? Atau rasa asem manis?
Di kepala saya ketika saya mencium aroma jeruk adalah :
Bayangan seorang gadis kecil, seorang murid taman kanak-kanak yang sedang mengikuti piknik sekolah di sebuah taman bermain. Taman kecil sebenarnya, tapi dari TK kampung, harus mengendarai bis untuk sampai ke sana, karena cukup jauh. Dia mengalami mabuk kendaraan parah sehingga muntah-muntah dan lemas ketika perjalanan berangkatnya. Di taman bermain, dia berusaha menikmati pikniknya, dia pun ikut-ikutan teman-temannya yang sedang bermain ayunan, ketika hendak duduk di ayunan, dia tidak sadar bahwa kursi ayunannya tidak memiliki papan untuk diduduki, dan dia pun langsung terjatuh melalui lubang menganga di ayunan itu kemudian terlentang di tanah. Dia merasakan kepalanya terbentur lumayan keras ke tanah, kepalanya terasa pusing dan dia pun bangun pura-pura tidak terjadi apa-apa karena malu. Saat itulah dia mencium bau jeruk. Entah dari mana.
Itulah salah satu kenangan terkuat saya tentang usia TK saya. Jika ditanya, saya masih sangat ingat baju apa yang saya kenakan hari itu, bagaimana rasanya pusing kepala saya saat mabuk kendaraan dan saat terjatuh dari ayunan rusak itu. Saya masih sangat ingat. :)
Monday, 2 February 2015
Ahmad Dhani
Sepulang dari kantor saya ke dapur hendak menggoreng tempe. Anak saya yg pertama mulai bercerita ini itu dengan bahasanya yg masih agak sulit dimengerti oleh saya. Di tengah-tengah dia bercerita, saya menanyakan keberadaan ayahnya, seperti ini :
Saya : Ayah mana?
Inas : Ah*ad D*ani
Saya : Apa??? Ahm*d Dha*i????
Inas : ammat nani..
Saya : Ooohh...kamar mandiii.. O_0
Begitulah, di usianya yg hampir 4 tahun, dia masih menggunakan bahasanya sendiri. Maafkan kami mas dhani, dirimu seolah-olah jadi tempat BAK dan BAB..padahal bukan maksud.. :D itu hanya salah satu kosakata unik anak kami.
Lalu apakah kami malu dengan bahasa unik anak kami? Tidak. Tentu saja tidak. Karena itu bukanlah hal yg harus membuat kita malu. Dan karena keistimewaannya jauh lebih banyak daripada kekurangannya itu. Dia sangat cepat belajar, sangat detail sekali pengamatannya dan daya ingatnya kuat sekali.
Contoh :
Dia sudah bisa menyebutkan angka 1-100 bahkan ketika diacak. Sudah bisa membaca huruf a-z dan alif-ya. Bisa menyebutkan nama-nama hewan beserta suaranya dan jg alat transportasi. Bisa menggambarkan dengan isyarat emosi-emosi dan gerakan benda-benda di sekitarnya. Bisa membimbing adiknya ketika mendekati benda-benda tajam or berbahaya. Sudah tidak lagi mengompol baik siang maupun malam. Suka merapikan barang-barang yg ada di rumah. Dia mau dan mampu mengikuti gerakan sholat ayahnya dari awal sampai akhir. Makan sendiri dg sendok maupun dg tangan. Melepas celana, cebok, menyiram pipis dan memakai kembali celananya sendiri. Bisa menyuapi adiknya makan tanpa tumpah. Dia tau detail upin ipin siapa yg adik siapa yg kakak. Dia tau dan hafal teletubbies masing-masing warnanya apa, simbolnya apa dan bagaimana gerakan khasnya (sayapun ga tau). Dia hafal lagu-lagu anak-anak dengan bahasanya sendiri. Daaaann banyak lagiii..
Lalu nikmat Allah yg mana lagi yg harus kami ingkari?
Tugas kami sebagai orang tua adalah menjaga dan mendidiknya dg baik dan benar. Bukan melabeli, menghakimi atau mengeluhkannya. Tumbuh kembang setiap anak itu berbeda, bahkan ketika mereka kakak beradik. Fokus pada kelebihan dan hal positif, insyaallah kita akan semakin bersyukur, dan dengan syukur Allah akan menambah nikmat-Nya untuk kita.
Semoga anak-anak kami tumbuh menjadi anak yg sehat, sholeh dan membanggakan selalu. Amiiin.
#postingyangagaksemrawut
Saturday, 31 January 2015
Belajar Menjadi Orang Tua
Siapa yg bercita-cita akan selamanya menjadi anak? Saya tidak yakin akan banyak yang menjawab bahwa dirinya bercita-cita seperti itu. Artinya sebagian besar orang pasti ingin memiliki anak.
Oke. Ketika kita bercita-cita menjadi dokter, mungkin sejak kecil kita belajar mati-matian. Mempersiapkan diri sedini mungkin. Mempersiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh. Let's see..sementara itu, apa persiapam kita untuk menjadi orang tua?
Well, mungkin kita terlalu membiasakan tugas orang tua. Terlalu menganggap biasa. Padahal susah. Sebagai contoh adalah ilmu bahwa "Anak adalah peniru ulung", jika kita salah bertindak or berkata di depan anak, kita akan merasakan efeknya sebagai orang tua. Misalnya kita suka merokok di depan anak kita. Dan karena kita tidak bersiap menjadi orang tua, kita bertindak semaunya, merokok, membuang puntung sembarangan, meludah sembarangan. Lalu ketika anak kita berbuat seperti kita, kita akan sibuk mengomeli dan memarahinya. Begitukah orang tua yang baik??
Itu hanya satu hal. Belum lagi soal tata krama, soal makanan, soal jam tidur, soal bahasa dan lain-lain.
Uhuk..
Saya seperti udah jadi orang tua yg paling baik sedunia aja sok nulis begitu, padahal nulis begitu juga karena habis ngomel-ngomel.
Yang lalu menyesal..
Oke, dengan demikian saya sampaikan bahwa, mulai sekarang ayolah kita belajar menjadi orang tua. Mari kita bentuk anak kita menjadi anak yg baik. Dan ini bukan masalah profesi apa yg akan disandang anak kita nantinya.
Tenang..Ini Hanya Masalah Duniawi..
Pada suatu waktu, kita pasti pernah merasa sedih karena kehilangan sesuatu. Bahkan terkadang emosi kita terbawa, sehingga tanpa sengaja dapat menyakiti hati orang lain karena sikap kita yang tidak berkenan. Padahal bisa jadi itu hanya karena kesedihan kita yang remeh tadi.
Oke..pembukaan ini terlalu panjang..
Dipersingkat. Tadi siang saya sedih karena merasa sayang sudah membeli daun pepaya dan ternyata setelah dimasak pahitnya super sekali..jd gak kemakan. Coba klo tadi belinya kangkung..
Trus barusan saya sedih, entah siapa yg mengganti (maklum HP jd mainan anak), data di HP saya menjadi memakai pulsa Simpati saya, padahal pulsa itu biasanya hanya saya pake untuk menelepon ibu saya. Gara-gara itu pulsa Simpati saya jadi habis, padahal harusnya masih banyak..
Lalu saya teringat..
Ya ampun, masak hal begitu saja saya sedihin kebangetan. Padahal itu semua hanya urusan dunia. Tidak akan kita bawa kemana-mana... Sementara saya gak ngaji seharian ya saya santai aja.. Sholat telat-telat ya santai aja.. Astaghfirullah al adzim...
Masih jauh sekali hidup saya dari simply perfect..
Oke, selangkah demi selangkah..semoga saya bisa mengubah dan berubah menjadi lebih baik. Amiiin. Doakan saya. Terima kasih.
Friday, 30 January 2015
Sop Sayuran Super Simpel
Lada putih bubuk, bawang putih bubuk, kaldu ayam bubuk Non MSG, garam dan gula. Di dalam panci, air secukupnya.
Penampakan satu persatunya :
Perjalanan Mencari Sabun Wajah
Cara Pemakaian : Basahi tubuh, gosokkan sabun pada tubuh, diamkan beberapa saat, bilas hingga bersih
Disarankan : Menggunakan washlap atau handuk kecil untuk pemakaian jangka waktu lama.
Karena sifat sabun yang mudah mencair, simpan ditempat yang kering.
Berat satuan : 80 gr









