Friday, 20 March 2015

Sholat Jumat

Tadi siang saya makan bakso di seputaran Slipi. Warung baksonya ramai sekali, sampai-sampai banyak orang yang mengantri berdiri di luar warung sambil menunggu orang yang sudah selesai makan meninggalkan kursinya. Ramai sekali. Beneran ramai. Silih berganti orang duduk dan makan di sana.

Lalu saya ingat kalau hari ini adalah hari Jumat, dimana para muslim laki-laki punya kewajiban menjalankan ibadah sholat Jumat di masjid. Dan saya kemudian memandang satu per satu pelayan yang ada di warung itu, hampir semuanya laki-laki. Dengan cekatannya mereka mengisi mangkuk, mengedarkan mengkuk, mengisi gelas-gelas, mengedarkan gelas-gelas, mengambil piring-piring dan gelas kotor, mengelap meja dan mencuci alat-alat makan yang kotor.

Begitupun pengunjungnya, kira-kira setengahnya adalah laki-laki. Saya tidak tau mereka memeluk agama apa.
gambar dari sini

Pertanyaan saya cuman satu : Mereka ini gak pada jumatan ya?

Lelah

Ketika kamu merasa lelah, tak ada nasehat yang lebih bijak daripada "Beristirahatlah".
gambar dari sini

Ketika

Ketika kamu merasa menjadi orang yang paling susah,,

mungkin kamu belum bertemu dengan orang lain yang jauh lebih susah dari kamu.

Dan mereka itu ada, nyata.

Wednesday, 11 March 2015

Simply Mint Tea

Selamat siang semuanyaaa...

Saya kira musim hujan sudah berakhir setelah agak lama ya tidak turun hujan di seputaran Jakarta ini.  Eh, tiba-tiba dua hari kemaren mendung kembali menggelayut di langit dan kemaren saya kembali terguyur hujan :(

Sore-sore berhujan enak ya kalo kita minum secangkir teh hangat beraroma mint? Nah, pas banget kali ini saya akan memberikan resep yahud untuk membuat teh mint yang super simpel dan enak.

Siapkan bahan-bahannya :
- Teh Manis Panas
- Permen Mint Jadul

Saya menggunakan teh merek apa saja yang ada di kantor (soalnya biasanya pas sore berhujan saya masih ada di kantor) :D
Yang kedua saya menggunakan permen mint jadul yang seperti ini :
gambar dari sini

Cara membuat :
- Buatlah secangkir teh manis panas. Manisnya sesuai selera aja, dan sebaiknya tidak terlalu manis karena akan kita tambahkan permen di dalamnya.
- Masukkan beberapa butir permen mint jadul ke dalam teh panas. Aduk rata.
- Nikmati selagi panas.

Yummy...hangat..segar dan gampang sekali membuatnya.

Di kepala saya sih masih ada bayangan-bayangan teh dengan rasa-rasa yang lain ya,,,misalnya dengan ditambahkan permen rasa jeruk? Permen mint yang ada rasa-rasanya seperti permen KISS, RELAXA? Pasti seru..

Bagi penggemar teh bisa dicoba nih, trus kabari saya ya gimana hasilnya :)

Monday, 9 March 2015

Someone We Meet (3)

Kakek penjual kitiran.

Hari sudah beranjak malam ketika kami pulang dari rumah sakit untuk mengantar anak saya berobat. Sudah hampir jam 10 malam sepertinya. Di perjalanan pulang, motor kami menyalip seorang kakek-kakek yang mengendarai sepeda butut. Di sepedanya terpancang sebatang kayu yang menjadi tempat dia menancapkan banyak sekali kitiran bambu.
gambar dari sini

Kami pun berhenti, menunggu kakek itu sampai di hadapan kami. Tubuhnya renta, usianya sepertinya sudah kepala 7 atau 8. Giginya ompong. Tubuhnya kurus berbalut baju yang bertumpuk-tumpuk. Aku lihat dia memakai kaos kaki panjang kumal yang tebal (sepertinya didobel juga) dan juga sepatu belel.

Saya tanya berapa harga kitirannya, dia menjawab dengan sangat ramah dan ceria, "Lima ribuuuuu", memperlihatkan giginya yang ompong. Aku lihat matanya, mata yang menunjukkan bahwa dia bangga dan senang sekali melakukan pekerjaannya itu. Subhanallah...

Di usianya yang renta, dia tetap berusaha sekuat tenaga. Malam itu dingin, dengan terseok-seok dia mengayuh sepeda pancalnya. Dengan baju dan kaos kaki rangkap-rangkapnya, dinginpun dilawannya. Hebat.

Saya senang ketika dalam lanjutan perjalanan saya pulang, beberapa motor yang menyalip motor kami berlalu dengan meninggalkan bunyi-bunyian yang khas. Bunyi kitiran bambu itu. Rezeki untuk sang kakek.

Note :
Setelah saya googling, ternyata kitiran ini adalah mainan jadul khas Jepara. Kitiran ini terbuat dari bambu dan kertas minyak. Ketika berputar, baling-baling ini akan mengeluarkan suara yang khas,,tek tek tek tek tek tek tek,,,,
Bisa dilihat di sini atau di sini.

Friday, 6 March 2015

Iklan

Halo,,,numpang iklan ya...







Yang suka jilbab motif,,bisa kunjungi toko saya : My Lovely Lil Shop

Makasiihhhh

Someone We Meet (2)

Dalam perjalanan hidup kita, pasti banyak sekali orang yang kita temui. Beberapa bertahan lama dalam lingkaran kehidupan sehari-hari kita, beberapa hanya bertemu sesekali dan kebanyakan hanya bertemu sekali atau dua kali. Dalam sekali atau dua kali pertemuan itu, terkadang meninggalkan kesan yang tertanam dalam pikiran dan perasaan kita. Itulah salah satu tetesan ilmu dalam pelajaran hidup.

Ada seorang ibu-ibu penjual masakan siap santap yang sering kami lihat berjualan di sebuah kompleks perumahan. Ibu itu berjualan menggunakan sepeda motor. Di motornya terpasang gerobak yang isinya nasi, sayur, gorengan, es teh manis yang sudah dibungkus plastik, dan lauk-lauk lainnya. Target pasarnya adalah para kuli bangunan yang sedang membangun rumah di kompleks perumahan. Dia berjualan berkeliling menghampiri tempat para tukang itu menginap. Kebanyakan tukang-tukang itu menginap di rumah yang sedang mereka bangun, yang saat itu masih berupa bakal bangunan.

gambar dari sini
Saya sulit menemukan gambar yang mirip dengan motor dan gerobak ibu ini, dan saya juga belum sempat memotretnya sendiri. Gerobaknya mirip dengan gerobak tukang bubur ayam gitu lah,,tapi masakan yang dijualnya adalah nasi bungkus dan lauk pauk.


Saya sesekali berhenti untuk membeli dagangannya ketika bertemu ketika perjalanan pulang dari kantor. Masakannya enak dan murah. Suatu hari, ketika saya hendak membeli, ada seorang lelaki yang membantu ibu itu membawa sayur nangka muda untuk dituang di wadah yang terpasang di gerobaknya. Saya perhatikan lelaki ini masih muda, jauh lebih muda dibanding ibu penjual masakan ini. Saya pun membuka obrolan.

"Putrane, Bu?" - "Anaknya, Bu?"
"Bukan, itu suamiku. Hahahahahaha"
"Itu suamiku, emang dia itu lebih muda dari aku. Aku 48 dia 45".


Lalu berlanjutlah obrolan kami. Dari obrolan itu saya jadi tau kalo mereka sudah mempunyai tiga orang anak. Anak pertama bekerja di Korea. Saya berfikir pasti anak mereka ini menjadi TKI di sana. Ternyata bukan saudara-saudara. Anak mereka ini kerjanya aslinya di salah satu perusahaan pertambangan di Kalimantan, dan kebetulan saat ini sedang dikirim ke Korea untuk dinas luar di sana. O lala...

Anak kedua mereka sebentar lagi akan menyelesaikan kuliahnya di Universitas Mercubuana. Anak ketiganya, baru menginjak kelas 2 SMA. Subhanallah ya...

Melihat penampilan ibu itu dan suaminya yang sederhana sekali saya salut mendengar ceritanya. Mereka peduli sekali dengan pendidikan anak-anaknya. Saya yakin jika kita mau, apapun bisa kita capai kok, tidak harus jadi pegawai yang bergaji tinggi, atau jadi pejabat yang bergigi, semua pasti bisa. Eh, buat yang pintar masak, bisa jadi peluang usaha nih :D

Bahkan Tukang Bubur Naik Haji pun tidak hanya ada dalam sinetron.