Tuesday, 24 March 2015

Gaji Pegawai Pajak

Akhir-akhir ini pegawai pajak jadi sorotan. Berita dimana-mana memberitakan bahwa gaji mereka super duper wah,,,
Hanya saja saya sudah tidak percaya lagi sama media, berita A bisa jadi Z, berita B bisa jadi H,,tapi memang begitulah dunia ini. Semoga saya tidak menjadi orang yang gampang berprasangka dan iri hanya karena membaca berita yang "membakar".

Kembali soal gaji pegawai pajak, ini link beberapa media yang memberitakan lengkap dengan besarannya, tapi angkanya tidak sama,,

Kompas
Kompas lagi
Tribun
JPNN
Detik
Detik lagi

Mana sih yang benar?

Di kepala saya sih bunyinya begini :

Saya tidak suka gaji saya ditanya-tanya. Saya tidak suka urusan dapur saya dibahas oleh seantero dunia. Lalu pantaskah saya "mengurusi" gaji dan dapur orang lain?

Terngiang-ngiang beberapa quote :

Hidup akan baik-baik saja, sampai saat kita mulai "membanding-bandingkan"

Hidup rasanya lebih indah ketika "apple" dan "blackberry" hanyalah sekedar buah-buahan.

Rejeki kita sudah tertakar, dan tidak akan mungkin tertukar.

Jam Tangan



Aku gak suka jam tangan, alasannya karena setiap jam tangan membuat aku khawatir kalau-kalau baterainya habis.

Monday, 23 March 2015

Situasi

Semua akan baik-baik saja, sampai saat kau mulai "membanding-bandingkan".

Friday, 20 March 2015

Sholat Jumat

Tadi siang saya makan bakso di seputaran Slipi. Warung baksonya ramai sekali, sampai-sampai banyak orang yang mengantri berdiri di luar warung sambil menunggu orang yang sudah selesai makan meninggalkan kursinya. Ramai sekali. Beneran ramai. Silih berganti orang duduk dan makan di sana.

Lalu saya ingat kalau hari ini adalah hari Jumat, dimana para muslim laki-laki punya kewajiban menjalankan ibadah sholat Jumat di masjid. Dan saya kemudian memandang satu per satu pelayan yang ada di warung itu, hampir semuanya laki-laki. Dengan cekatannya mereka mengisi mangkuk, mengedarkan mengkuk, mengisi gelas-gelas, mengedarkan gelas-gelas, mengambil piring-piring dan gelas kotor, mengelap meja dan mencuci alat-alat makan yang kotor.

Begitupun pengunjungnya, kira-kira setengahnya adalah laki-laki. Saya tidak tau mereka memeluk agama apa.
gambar dari sini

Pertanyaan saya cuman satu : Mereka ini gak pada jumatan ya?

Lelah

Ketika kamu merasa lelah, tak ada nasehat yang lebih bijak daripada "Beristirahatlah".
gambar dari sini

Ketika

Ketika kamu merasa menjadi orang yang paling susah,,

mungkin kamu belum bertemu dengan orang lain yang jauh lebih susah dari kamu.

Dan mereka itu ada, nyata.

Wednesday, 11 March 2015

Simply Mint Tea

Selamat siang semuanyaaa...

Saya kira musim hujan sudah berakhir setelah agak lama ya tidak turun hujan di seputaran Jakarta ini.  Eh, tiba-tiba dua hari kemaren mendung kembali menggelayut di langit dan kemaren saya kembali terguyur hujan :(

Sore-sore berhujan enak ya kalo kita minum secangkir teh hangat beraroma mint? Nah, pas banget kali ini saya akan memberikan resep yahud untuk membuat teh mint yang super simpel dan enak.

Siapkan bahan-bahannya :
- Teh Manis Panas
- Permen Mint Jadul

Saya menggunakan teh merek apa saja yang ada di kantor (soalnya biasanya pas sore berhujan saya masih ada di kantor) :D
Yang kedua saya menggunakan permen mint jadul yang seperti ini :
gambar dari sini

Cara membuat :
- Buatlah secangkir teh manis panas. Manisnya sesuai selera aja, dan sebaiknya tidak terlalu manis karena akan kita tambahkan permen di dalamnya.
- Masukkan beberapa butir permen mint jadul ke dalam teh panas. Aduk rata.
- Nikmati selagi panas.

Yummy...hangat..segar dan gampang sekali membuatnya.

Di kepala saya sih masih ada bayangan-bayangan teh dengan rasa-rasa yang lain ya,,,misalnya dengan ditambahkan permen rasa jeruk? Permen mint yang ada rasa-rasanya seperti permen KISS, RELAXA? Pasti seru..

Bagi penggemar teh bisa dicoba nih, trus kabari saya ya gimana hasilnya :)