Tuesday, 26 September 2017
Yang Penting Kita Bergerak
Ini serius.
Kemaren kami ngobrolin negara. Haha. Serius. Kami ngobrolin betapa SDM kita ini sangat sangat sangat butuh perbaikan. Coba berkunjunglah ke desa-desa yang ada di pelosok Indonesia, ga usah jauh-jauh, di pulau Jawa aja masih banyak sekali desa-desa dengan fasilitas minim dan kualitas SDM yang memprihatinkan.
Dan
Obrolan tanpa pergerakan adalah hal yang sebaiknya dihindari. Yang penting kita bergerak.
Kami pun brainstroming tentang hal-hal apa yang sekiranya bisa kita lakukan untuk memperbaiki lingkungan sekitar kami.
Lelah.
Betul kok, tidak ada yang mudah memikirkan negara ini #tsaahh
Tapi hidup memang tak melulu tentang kita dan kita saja,
Hidup adalah tentang kita, mereka, Tuhan dan tempat hidup kita...
Dan surga tidak semudah membaca Alquran dan sholat lima kali sehari...
Bismillah,
Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama,
Aku dan banyak teman dari Kotubu (Komunitas Tukar Buku) akan membuat Rumah Baca di kampung halamanku.
Mungkin bukan hal besar,
Mungkin bukan hal hebat,
Yang penting kita bergerak..
Aku pernah mendengar analogi,
Hidup itu seperti naik sepeda, kalo kita berhenti mengayuh, kita akan jatuh dan sepeda tidak bergerak ke depan.
Ada kalanya memang kita tidak perlu mengayuh dan sepeda tetap berjalan, yaitu ketika kita menemukan turunan. Tapi setiap turunan ada tanjakan :)
Mohon doa dan dukungannya yaaa....
Monday, 25 September 2017
Sawah, Ekonomi dan Muamalah
Lima hari ini saya pulang kampung. Pulang ke sebuah desa kecil di ujung Kabupaten Ngawi, perbatasan Ngawi-Madiun, dimana Ngawi sendiri adalah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur.
Di kampung saya ini, 99% penduduknya hidup dari hasil bertani, entah itu dari sawah milik sendiri, ataupun dari buruh tani di sawah orang lain. 1% lagi bekerja sebagai guru.
Adik saya cerita, panen kali ini kita nggak panen padi, soalnya sawahnya ditanami kacang hijau. Lha gimana, sawah di kanan kiri sawah kami semua ditanami kacang hijau, kalo kita ngeyel menanam padi sendiri ya sama aja ngajak ribut tetangga, katanya.
Kacang hijau butuh panas dan sedikit air, sedangkan padi butuh banyak air, gitu alasannya. Kalo kita ngeyel nanem padi di tengah-tengah, potensinya besar untuk merusak tanaman tetangga, lanjutnya.
Saya manggut-manggut. Dalam keseharian mereka, petani ini belajar bermuamalah, belajar bertoleransi dengan tetangganya, padahal halnya besar lho, tentang tanaman yg menjadi penghasilan mereka. Dan tidak ada yang ribut perkara kacang hijau versus padi ini, padahal makanan pokok disini apa? Ya nasi! Kacang hijau mayoritas ya bakal dijual, pun kalau panen gini harganya ya murah rata-rata per kilogram nggak sampai 15.000 rupiah.
Saya pun belajar lagi. Dalam hidup, tak selalu penting yang berharga dan berkilau, sesederhana apapun, kedamaian itu menentramkan. Lha mereka juga percaya, kalau mereka kesusahan, tetangga mereka akan dengan senang hati membantu, dan di sini, hal itu terbukti. Adem ya dengernya.
Segini dulu ya, buanyak yang bisa diceritakan dan diambil hikmah dari lima hari saya di kampung. Tapi karena nulisnya pake handphone, sinyal susah dan rebutan hape sama anak, secuil ini cukup untuk hari ini.. :)
Salam.
Sunday, 24 September 2017
Prioritas
Sering ya orang ribut sendiri karena kehidupan orang lain. Padahal, tidak ada satupun manusia itu yang memiliki pikiran yang sama. Jangankan yang bukan sanak saudara, suami istri saja butuh lho menyetting prioritas bersama supaya sejalan, jadi gak perlulah ribut mengomentari kehidupan orang lain,karena prioritas kalian itu pasti beda, coy!
Kok baru nulis pembukaan aja gue udah emosi sendiri ya? Hahahaha
Jadi gini, prioritas adalah hal yang menurut kita paling penting dibanding hal-hal yang lainnya. Sehingga prioritas ini akan kita usahakan terlebih dulu sebelum memenuhi hal-hal yang lain.
Ada sebagian orang yang prioritasnya adalah makanan sehat. Jadi selama dia dan keluarganya makan makanan sehat, baju jelek gak pernah piknik gak masalah. Ada yang prioritasnya rumah bagus, ada yang prioritasnya pendidikan anak, ada juga yang prioritasnya penampilan. Jadi semua oraangg...itu beda! Sejak dari kepala. Jangan dipaksakan untuk menjadi sama, nanti kamu lelah lho, Hayati...
Yang repot adalah, ketika ada orang yang tidak punya prioritas. Hidupnya tergantung orang lain yang dilihatnya, tetangga begini ikut,,tetangga begitu ikut,,ruwet banget hidupnya. Tapi ya sudah, gak usah ribut sama orang yang seperti itu, cukup kamu influence aja, hahahaha..
Jadilah inspirasi yang baik dan bermanfaat untuk orang lain, sehingga orang lain dengan senang hati mengikutimu. Mereka jadi lebih baik, dan kamu akan bahagia karena membuat orang lain berubah jadi lebih baik. Jadi bukan dengan ngajak ribut ya, Hayati...
Caranya :
Fokus pada perbaikan dirimu. Terus berbenah untuk menjadi manusia unggul. Belajar dari kebaikan orang lain, ambil sebagai contoh untuk dilakukan. Belajar dari keburukan orang lain, ambil sebagai contoh hal yang harus dijauhi. Begitu terus hingga kamu sibuk dengan perbaikan dirimu sendiri..
Err..
Sebetulnya,
Ini adalah nasehat yang paling dibutuhkan oleh diriku sendiri,
Yang seringkali kesel karena ternyata prioritas orang lain berbeda denganku,
Tapi oh plis,
Kenapa aku masih sering terjebak di pikiran picikku itu..
Haha
Semoga dengan menulisnya di sini, semakin merasuk nasehat ini di pikiranku, dan someday,
Tak adalagi kesal karena prioritas orang lain...
:)
Kekeluargaan yang Keterlaluan
Adek saya, yg tinggal di kampung halaman saya ini baru aja memanen mangga di samping rumahnya. Pak Lik yg manjat, dikerubutin rang-rang mecahin beberapa genteng karena mangga yang jatuh.
Singkat kata terkumpullah 2 karung dan 3 kardus mangga dengan berbagai kondisi. Mulai dari yg besar, tua dan bagus sampai yg kecil, muda dan bonyok.
Adek saya berencana membagi-bagikan mangga itu ke saudara dan tetangga, dan tentu saja buat oleh-oleh kami, kakak-kakaknya ini ketika nanti tiba waktunya kembali ke kota lain.
Sore hari, kami sekeluarga pergi ke makam bapak dan ibuk, hanya sekitar 150 meter jauhnya dari rumah. Di rumah, saudara-saudara dan para tetangga ramai memasak untuk acara selamatan di rumah adek saya.
Sepulang dari makam, ternyata mangga-mangga itu dah tersisa yg kecil-kecil pun muda. Bahkan karungnya sudah berkurang satu, alias ada yg membawa sekarung mangga, plus berpuluh-puluh mangga yang lain..
Astaghfirulloh al adziiiimm..
Ya, itu memang cuma mangga, bukan uang atau perhiasan berharga, tapi mbokyao..kalau mau ambil itu ngomong dulu..
Adek saya juga bukan tipe orang medit, wong rencananya itu mangga memang mau dibagi-bagi..lha kok wes ngambil dewe-dewe dan menyisakan yg jelek buat tuan rumah. Hahaha..
Sedihnya, bahkan Pak Lik yang sudah susah payah manjat dikerubungi rang-rang tadi belum sempat dibagi..
Ya itu,
Karena banyak sekali tetangga dan saudara yang menganggap kami keluarga, sehingga merasa berhak mengambil sendiri mangga-mangga itu tanpa ijin. Kekeluargaan yang berlebihan.
Kata adek ipar saya, mungkin karena kita ini kaum muda, jadi disisain yg muda-muda. Hahahahaha.
Nanti kalau sudah pada tua jangan begitu lho ya dek..
Tuesday, 19 September 2017
Ayok Kita Buat!
Saya ini adalah orang yg bertipe banyak cita-cita sedikit implementasi rencana.
Kemampuan (insyaallah) ada, tapi kemampuan memaksa diri? 0! Bahaha..
Itulah. Jadii...
Ketika suatu hari saya membaca status facebook salah satu kawan, yg mengajak bergabung di komunitas One Day One Post (ODOP), saya langsung daftar!!
Buktikanlah, Na!!
Harapan saya, dengan ikut komunitas ini, saya bisa memaksa diri saya untuk menulis tiap hari, belajar tentang kepenulisan tiap hari, dan punya karya setiap hari. Keren yak? #iyainAjaBiarCepet
Intinya itu.
Karena yaa..
Persepsi saya tentang ODOP, itu semacam komunitas yg isinya orang-orang yg suka nulis dan butuh dipaksa nulis.. ya kan?
Banyak memang grup One Day One Something yg udah saya ikuti, tapi gapapa, artinya dalam satu hari, lebih sedikit waktu saya yg saya lewati tanpa rencana.
Dengan ODOP, mungkin malah semua one day one somethingnya bisa aku tulis nanti..hahahaha..intinya ODOP ini bisa jadi bingkai untuk hari-hari saya #ceilaahh...
Doakan saya yhaaaa~~~
Ayo kita buat hari kita lebih bermakna!!
Ayo kita buat!!
Thursday, 18 May 2017
Stop It
Jika saja
Kamu mengijinkan semua orang curhat dan menyampaikan penderitaannya padamu
Niscaya kamu akan bersyukur dengan sendirinya..
Wednesday, 7 December 2016
Ada Apa dengan Sari Roti
Kemudian, Sari Roti membuat klarifikasi terkait hal tersebut di websitenya seperti ini :
Intinya Sari Roti menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut bukan mereka yang menggratiskan roti-roti itu, melainkan ada pembeli yang memborong dagangan mereka dan meminta agar roti-roti tersebut diantarkan ke area aksi 212 tersebut.
Nah, apa yang bikin rame?
Yang bikin rame adalah adanya penafsiran bahwa klarifikasi yang dilakukan oleh Sari Roti ini adalah ungkapan bahwa Sari Roti tidak mau dikaitkan dengan aksi 212, bahwa sari roti ini menganggap rekan-rekan yang ikut aksi 212 tidak menjaga Nasionalisme, keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika...
Yang saya bingung, di bagian mananya sih di dalam klarifikasi Sari Roti yang menyebutkan hal itu?
Yang saya baca dari klarifikasi yang dilakukan Sari Roti adalah bahwa :
- Sari Roti mengapresiasi terlaksananya aksi Super Damai 212
- Sari Roti mengklarifikasi atau menjelaskan bahwa mereka ini ada di pihak netral, tidak terkait dengan semua kegiatan politik
- Sari Roti menjelaskan bahwa pembagian roti gratis di aksi tersebut adalah atas nama konsumen yang memborong roti mereka, bukan dari perusahaan Sari Roti
- Sari Roti berkomitmen untuk selalu menjaga Nasionalisme, keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dan tidak terlibat dalam semua aktivitas kegiatan politik
Nah, dimana letak kesalahannya?
Salah karena gitu aja kok bikin klarifikasi? Lha kenapa tidak boleh? Saya sih mikirnya siapa tau memang ada yang menyangka begitu, trus ada direksi atau siapalah yang tidak berkenan,,makanya mereka membuat klarifikasi supaya jelas...
Apakah dengan begitu berarti Sari Roti tidak mendukung aksi 212? Ya belum tentu, bahkan di klarifikasi mereka, mereka juga menyatakan apresiasinya kan,,,dan tidak melarang agen-agennya menjual kepada peserta aksi toh?
Ya wes gitu aja sih,,,
Intinya kalo saya baca klarifikasi mereka sih, saya bacanya biasa aja, yang saya tangkap ya mereka menjelaskan hal-hal yang diniatkan supaya tidak ada kesalahpahaman,, Eh, ternyata tetep jadi salah paham ya,,wkwkwkwkwk,,
Siapakah saya? Apakah saya agen Sari Roti? Oh bukan,,haha. Apakah saya direksi perusahaan Sari Roti? Jelas bukaannn... Apakah saya dibayar oleh Sari Roti? Hadoh,,,bahkan sepotong roti gratispun tidak,,hahahaha
Saya hanya fesbuker yang mengamati dan menuliskan opini saya sendiri di sini.
#salimSatuSatu

